Lubukbasung, kaba12.com — Bupati Agam, Indra Catri mengatakan saat menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019, enam isu strategis pembangunan sangat diperlukan.
Menurutnya, keenam isu tersebut sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) 2016-2021.
“Enam isu strategis tersebut merupakan langkah yang diambil dalam melakukan pembangunan di kabupaten Agam, dan hal itu sesuai RPJMD tahun 2016-2021,”terangnya saat membuka Musrenbang RKPD 2019, Selasa (27/3).
Indra Catri mengatakan isu strategis pertama yakni, aspek pembangunan agama, adat dan budaya dengan cara memperkuat implementasi nagari.
Kedua, aspek penyelenggaraan pemerintah hal ini, seiring dengan amanat Undang-undang No 6 tahun 2014 tentang Desa, dengan memberikan kewenangan lebih besar untuk merencanakan pembangunan dan mengelola keuangan oleh pemerintah nagari.
“Untuk mencapai sasaran pembangunan daerah dan menghindari terjadinya tumpang tindih program pembangunan, kebijakan pemerintah daerah dengan pemerintah nagari harus bisa diwujudkan dan sinkronisasi ” jelasnya.
Isu ketiga, aspek pembangunan sumber daya manusia dengan peningkatan pemenuhan layanan dasar seperti, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, akses air minum dan sanitasi.
Sementara isu keempat, aspek ekonomi. Isu kelima, aspek pembangunan infrastruktur dan tata ruang. Serta isu keenam aspek lingkungan hidup.
“ Pertumbuhan ekonomi Agam cenderung melambat dan ini disebabkan kurang terkendalinya alih fungsi lahan, sehingga makin menyusutnya lahan pertanian, perikanan dan perkebunan. Untuk itu, saya minta semua OPD dapat menyerap hal-hal yang berkembang dalam musyawarah ini, ”tambahnya.
Disamping itu, pada tahun ketiga RPJMD ini Pemkab Agam tetap konsisten menjalankan sembilan prioritas pembangunan dengan 24 sasaran daerah dan 47 indikator sasaran.
(Virgo/*)
