Lubukbasung,kaba12 — Kabut asap yang makin pekat di wilayah Kabupaten Agam semakin membahayakan masyarakat. Pantauan kasat mata kaba12, hingga Jumat, (11/9/2026), kabut asap yang dalam sepekan terakhir, nyata membungkus udara dengan bau asap, dengan partikel abu yang beterbangan.
Kondisi yang semakin berbahaya ini, terlihat masih belum direspon dengan baik oleh warga, pasalnya, masih sangat banyak aktivitas yang dilakukan di luar ruangan, termasuk kegiatan olahraga. Bahkan, anak-anak sekolah terlihat masih tidak memakai masker saat berada di luar ruangan, baik SD maupun SMP.
Sementara, dari pemerintah sendiri, walau sudah disebarkan himbauaun agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker dan beberapa poin lain, namun untuk kegiatan sekolah, belum ada ketegasan terkait meliburkan anak-anak, atau program pembelajaran lain, untuk mengantisipasi dampak yang berpotensi dialami murid SD, SMP,SMA dan warga rentan lainnya.

Belum adanya kebijakan meliburkan kegiatan tatap muka di sekolah itu dibenarkan Andri,ST,MT,Kadinas.Pendidikan dan Kebudayaan Agam menjawab kaba12.
Disebutkan, terkait potensi kabut asap yang di beberapa wilayah kecamatan sudah semakin pekat sesuai hasil pantauan stasiun atmosfir (GAW) Koto Tabang, Palupuah, pihaknya sudah menyampaikan himbauan para seluruh sekolah dan satuan pendidikan, agar menerapkan ketentuan pengurangan kegiatan siswa di luar ruangan, menggunakan masker dan mengawasi aktivitas anak didik.
“Untuk meliburkan kegiatan pendidikan, namun belum ada kebijakan. Kita masih memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menunggu arahan pimpinan, “sebut Andri.
Menjawab kaba12, mayoritas anak didik yang beraktivitas di luar ruangan sekolah, tidak ada yang menggunakan masker, Kadisdikbud.Agam itu menegaskan, pihaknya bersama unsur terkait akan melakukan pemantauan dan akan terus mengingatkan hal itu.

“Kita akan pantau hal itu, kita ingatkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan untuk mengawasi anak-anak, termasuk menggunakan masker, apalagi jika berada di luar ruangan. Kami pun, masih terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, “sebut Andri lagi.
(HARMEN)
