Bukittinggi, KABA12.com — DPRD Bukittinggi gelar rapat terbuka dengan pemerintah kota dan juga konsultan perencana desain revitalisas pedestrian Jam Gadang.
Rapat digelar di gedung DPRD Bukittinggi, Senin (08/10), dibuka langsung Ketua DPRD didampingi, Wakil Ketua dan sejumlah anggota DPRD, dihadiri Sekda dan OPD terkait.
Dalam rapat itu, Sekda Bukittinggi, Yuen Karnova, mengakui, beberapa minggu terakhir, desain pedestrian Jam Gadang tengah viral dan diisukan mirip dengan lambang dajjal.
Namun demikian, pemerintah kota menegaskan, bahwa tidak ada sedikit pun niat untuk membuat sesuatu perencanaan yang mengarah ke situ.
“Pemerintah daerah tidak berniat membuat sesuatu untuk mengundang dajjal ataupun mengarah ke lambang atau logo dajjal. Jam gadang adalah pusat dari desain ini dan kawasan sekitarnya ditata semenarik mungkin. Di kawasan itu juga akan ada ruang tebuka sebagai medan nan bapaneh,” jelas Yuen.
Sementara itu, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, menjelaskan, rapat koordinasi ini dilaksanakan guna mendapat informasi yang jelas terkait detail dari desain pedestrian Jam Gadang, yang tengah viral dan diisukan mirip mata dajjal.
Hal ini tentu menimbulkan keresahan masyarakat dan untuk mengantisipasi adanya kesalahpahaman serta polemik di tengah warga, DPRD mengambil langkah untuk melakukan rapat koordinasi ini.
“Kami ingin ada kejelasan untuk menjawab keresahan warga. Karena memang tugas kami di DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mengkoordinasikannya dengan pemerintah kota,” jelas Beny.
Terkait hasil rapat, Beny menyampaikan, DPRD Bukittinggi sepakat untuk merekomendasikan kepada pemerintah kota, untuk merubah desain taman pedestrian Jam Gadang. Sehingga tidak ada lagi simbol-simbol yang mengarah kepada logo atau simbol organisasi dajjal.
“Kami minta kepada pemerintah daerah, jika memungkinkan dan sesuai aturan yang ada, diharapkan dapat merubah desain taman Jam Gadang ini. Sehingga tidak ada lagi desain yang mengaeah kepada simbol organisasi dajjal itu,” ungkapnya.
Dari hasil rapat itu, pemerintah kota secara garis besar setuju dengan perubahan, desain pola lantai. Selain itu, juga akan dibicarakan langsung dengan pihak pelaksana, agar tidak mengganggu pekerjaan saat ini.
(Ophik)
