Bukittinggi, KABA12.com — Hebohnya desain pedestrian Jam Gadang langsung ditanggapi oleh pihak konsultan perencana.
Dalam rapat bersama DPRD Bukittinggi di Gedung Dewan, Senin (08/10), pihaknya mulai menyiapkan desain alternatif untuk taman pedestrian icon kota Bukittinggi itu.
Tim Leader Konsultan Perencana, Indra Mahdi, menjelaskan, pihaknya yang telah mendesain revitalisai taman Jam Gadang ini, membantah keras adanya unsur logo dajjal seperti yang viral saat ini. Desain ini dibuat sesuai dengan konsep green city dan telah melewati perencanaan yang matang.
“Kami dari PT. Anirindo sebagai konsultan perencana, Apapun yang kami rancang dan buat telah melalui perencanaan yang matang. Semua kami buat dengan konsep kaidah arsitektur. Kami tidak ada menyalahi aturan dan tidak mengetahui hasil desain ini menyangkut atau terkait dengan logo mata dajjal,” jelasnya.
Untuk itu, lanjut Insra yang juga didampingi tim, pihaknya segera menyiapkan detail dari desain alternatif untuk taman pedesteian Jam Gadang ini. Saat ini sudah ada desain alternatif dua, namun akan disiapkan detail dari rencana itu.
“Desain alternatif ini kami buat, untuk mengantisipasi kesalahpahaman dari masyarakat. Kami berharap jangan salah persepsi juga, karena tidak ada niat sedikitpun untuk mengarahkan desain awal itu kepada organisasi dajjal seperti yang dihebohkan. Kami saja baru tau tentang adanya simbol itu. Kami berharap masyarakat mengerti dan tidak saling tuding lagi. Kami akan siapkan desain alternatifnya dalam waktu dekat,” pungkas Indra.
Sementara, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, mengapresiasi upaya dari konsultan perencana dan persetujuan dari pemerintah kota Bukittinggi. Ia juga menekankan, perubahan desain ini bukan karena adanya pembenaran terhadap desain yang mengarah pada mata dajajal seperti yang diisukan.
“Perubahan ini jangan disalahartikan pula sebagai pembenaran bahwa adanya mata dajjal. Namun lebih kepada mengantisipasi dan menjawab keresahan warga, sehingga apa yang diharapkan masyarakat dapat direalisasikan dan desainnya sesuai dengan falsafat Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah,” jelasnya.
(Ophik)

Alhamdllh , menyikapi keresahan masharakat adalah hal yg terbaik,karna keresahan masharakat akan membuat lingkungan yg tidak tenang. terimakasih buat bpk pejabat yg mengambil keputusan