Bukittinggi, KABA12.- Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Qupro Indonesia dan Aliansi Kemanusiaan Indonersia gelar Tabligh Akbar dalam rangka menyambut kunjungan resmi Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia. Tabligh Akbar berlangsung di Masjid Jami Aur Kuning, Sabtu (03/10).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, kehadiran Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari, bersama Bang Onim dan rombongan, menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan solidaritas masyarakat Bukittinggi dengan rakyat Palestina. Hal ini sejalan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Bukittinggi Basamo untuk Palestina, untuk Kemanusiaan bukan sekadar tema, tetapi menggambarkan kepedulian masyarakat Bukittinggi terhadap kemanusiaan. Melalui Tabligh Akbar ini, kita menyatukan doa dan ikhtiar untuk saudara-saudara kita di Palestina. Semoga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terwujudnya kedamaian, keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina,” ujar Ibnu Asis.
Wawako menambahkan, hubungan Indonesia dan Palestina memiliki sejarah persaudaraan yang kuat. Kepedulian terhadap rakyat Palestina perlu terus dijaga melalui doa, solidaritas dan aksi kemanusiaan. Wawako juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Tabligh Akbar tersebut.
Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari, menyampaikan rasa syukur dapat hadir di Kota Bukittinggi dan bertemu dengan masyarakat dalam Tabligh Akbar. Ia mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Bukittinggi serta menyebut Bukittinggi sebagai kota yang indah dan memiliki sejarah penting dalam perjalanan Indonesia.
“Saya tidak pernah merasa sebagai orang asing di Indonesia. Saya merasa berada di negeri sendiri dan di tengah masyarakat sendiri. Ketika bertemu dengan masyarakat Indonesia, saya merasa tidak sendirian. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh masyarakat atas sambutan, kepedulian, serta dukungan yang diberikan kepada Palestina,” ujarnya.
Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari menambahkan, kondisi Palestina, khususnya Gaza, Tepi Barat dan Al-Quds, masih membutuhkan perhatian dan doa dari masyarakat dunia. Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan rakyat Palestina dan berharap suatu saat dapat bertemu kembali di Masjid Al-Aqsa.
“Doakan kami, insya Allah Allah mengijabah doa- doa kita. Mudah- mudahan pertemuan kita berikutnya ada di Masjidil Aqsa yang penuh berkah,” ujarnya.-
(Ophik)
