Lubukbasung,kaba12 — Pemerintah saat ini menyiapkan 358 unit hunian sementara untuk menampung seluruh warga terdampak bencana, khususnya yang masih berada di beberapa lokasi pengungsian. Sebagian warga, menyatakan keberatan untuk menempati huntara, dan memilih tinggal di kediaman keluarga atau tempat aman lainnya.
Sesuai data terkini yang diperoleh kaba12, jumlah warga yang mengungsi mencapai 2.497 jiwa, masing-masing di wilayah Kecamatan Palembayan sebanyak 623 orang, Palupuah 198 orang,IV Koto 12 orang, Matur 192 orang, Malalak 280 orang dan terbanyak di kecamatan Tanjung Raya yang mencapai 1.192 orang.

Untuk mengatasi masalah pengungsian bagi warga yang rumahnya hancur diterjang banjir bandang dan tanah longsor, ulas Roza Syefridianti, pemerintah sudah mencadangkan pembangunan hunian sementara sebanyak 358 unit, terutama di kecamatan Palembayan untuk menampung 256 kepala keluarga, ditetapkan 3 lokasi masing-masing di lapangan sepakbola SDN 05 Kayu Pasak yang akan diresmikan pemakaiannya Sabtu, (24/1/2026) oleh Menko PMK Prof.Pratikno untuk 117 KK.

Kemudian lokasi kedua di lapangan Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, untuk 88 KK dan di lapangan Jajaran Tantaman untuk 51 KK.
Sementara untuk 32 KK terdampak bencana di Kecamatan IV Koto dibangun huntara di Lahan DOB Bancah, IV Koto, di Kecamatan Malalak untuk 14 KK dibangun huntara di lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca.

Sementara untuk kecamatan Tanjung Raya dengan jumlah pengungsi jumlah besar, diproyeksikan untuk 55 KK masing-masing dari Nagari Maninjau, Sungai Batang, Duo Koto, Bayur, Koto Malintang dan Tanjung Sani, karena banyak warga yang keberatan untuk ditampung di huntara, akan ditempatkan di 3 lokasi masing-masing di lahan Kampuang Ujuang Jorong Bancah, Nagari Maninjau di dua lahan yang disiapkan, serta di objek wisata Linggai, Nagari II Koto.

Ditegaskan Kadinas Kominfo Agam, sesuai komitmen pemerintah yang dinytakan dengan tegas oleh Presiden Prabowo dan Bupati Agam, pemerintah akan berupaya maksimal mengatasi dampak bencana yang terjadi, terutama dalam penyelamatan masyarakat.
(HARMEN)
