Bukittinggi, KABA12 — Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Bukik Cangang Kayu Ramang (BCKR) tebar benih buah-buahan serta penanaman bambu dan ketapang kencana secara massal. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah kawasan tepi Ngarai, RW V, RW III dan RW II, Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguak Panjang, Rabu (26/08).
Kegiatan ini diikuti Pimpinan dan Anggota DPRD daerah pemilihan Guguak Panjang, Zulhamdi Nova Chandra, Dewi Anggraini dan Vina Kumala. Selain itu, aksi sosial yang juga menjadi langkah pengurangan risiko bencana ini, juga dihadiri Yayasan Prayoga Bukittinggi, Camat Guguak Panjang, serta sejumlah pelajar.
Ketua LPM BCKR, Suharnel. Dt. Basa, menyampaikan, dalam upaya mendorong mitigasi kebencanaan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di sepanjang kawasan Ngarai Bukik Cangang Kayu Ramang, dilakukan tebar benih biji buah-buahan dan penanaman bambu serta ketapang kencana.
”Gerakan ini menjadi langkah awal untuk memperkaya dan menyediakan sumber pakan alami bagi kera yang selama ini mulai memasuki kawasan permukiman, sehingga ke depan dapat terbentuk habitat alami atau Monkey Forest yang mampu mengurangi potensi konflik antara satwa dan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra, mengapresiasi kegiatan penebaran benih biji buah-buahan serta penanaman bambu dan ketapang kencana. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah positif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pengembangan kawasan Monkey Forest serta menjadi langkah baik untuk penguranga risiko bencana.
“Ini kegiatan yang sangat baik. Selain menjaga lingkungan, penanaman pohon dan tebar biji buah -buahan ini diharapkan dapat memperkuat kawasan Monkey Forest sebagai ruang hijau yang nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting, tanaman yang sudah ditanam harus dirawat bersama dan tentunya, dengan banyaknya tanaman nanti berakar tunggang bisa mengurangi risiko bencana,” ujar Zulhamdi.
Kegiatan tabur benih buah yang dapat dikonsumsi dan berakar tunggang ini, dilatarbelakangi karena hampir 49% wilayah Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang berada di pinggir Ngarai Sianok dengan jenis bahaya utama gempa, longsor dan kebakaran serta memiliki angka kerentanan tinggi karena pemukiman yang padat. Sehingga tabur benih diharapkan dapat menjadi penguatan ekosistem hijau dalam mitigasi bencana.-
(Ophik)
