Percepat Rekonstruksi Ekonomi Pascabencana, Pemko Bukittinggi Kolaborasi Dengan Kemenekraf Gelar Workshop Desain Kemasan

Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) gelar workshop desain kemasan dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera bagi para pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Kamis (27/08).

Direktur Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekraf, Megawati Panjaitan, menjelaskan, kegiatan workshop dihadirkan sebagai bentuk kepedulian dan salah satu aksi nyata dari pemerintah dalam mendorong ekonomi pasca bencana bagi pegiat ekonomi kreatif di Bukittinggi. Kegiatan ini sebagai program berbasis kreativitas budaya dan desain dalam lingkup program Ekraf Peduli, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Arsitektur dan Desain dan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan.

“Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 3 subsektor, yakni kuliner, kriya dan fashion. Workshop akan terselenggara dalam 1 hari, dengan rangkaian pemaparan materi, dilanjut dengan studi kasus, praktek dan simulasi serta pemberian feedback kepada peserta,” ujarnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Bukittinggi merupakan kota yang kaya akan keunggulan produk, seperti bordir, songket serta kerajinan tangan dan juga pada usaha dibidang kuliner. Wako berharap anak-anak muda maupun masyarakat dapat menciptakan ekonomi kreatif yang bisa mencapai pasar global.

“Kami melihat ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat menjadi salah satu hal yang penting bagi ekonomi Indonesia. Kita perlu menggali sejarah dan budaya dari apa yang ditekuni. Maka dengan adanya kegiatan workshop ini diharapkan peserta dapat mengikuti dengan serius,” ujarnya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan, pentingnya mengetahui setiap cerita di balik setiap produk ekonomi kreatif daerah agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta mampu bersaing di pasar global. Kekayaan budaya seperti tenun, kuliner, hingga tradisi merantau dapat menjadi kekuatan bagi masyarakat Sumatera Barat.

“Jadikan setiap produk memiliki nilai jual yang berasal dari historynya, karena hal itu yang paling penting untuk membedakan produk kita dengan produk lainnya. Kalau bukan kita sendiri yang mencintai dan menghargai produk kita, maka siapa lagi. Mari bersama-sama mengangkat kekayaan budaya yang kita punya agar tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga sampai ke seluruh dunia,” tuturnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Indonesia Design Development Center (IDDC) Kementerian Perdagangan, Baginda Wisnu Wardhana selaku Tenaga Ahli Desain Produk dan Kemasan IDDC dan Darfi Rizkavirwan, seorang akademisi, dosen dan profesional di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) asal Indonesia.

(Ophik)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   10   =