Duka Dampak Bencana di Agam, Total Kerugian Capai Rp6,9 Triliun,Pengungsi Capai 2.497 Jiwa

Lubukbasung,kaba12 — Total kerugian dampak bencana hidrometeorologi sejak tanggal 19 November 2025 lalu hingga Januari 2026, yang menghantam 16 kecamatan di Kabupaten Agam mencapai Rp.6.882.721.254.688 ( 6,9 triliun rupiah).

Dampak kerusakan yang dialami di berbagai wilayah, khususnya di 6 kecamatan masing-masing Kecamatan Tanjung Raya,Kecamatan Palembayan, Kecamatan Malalak, Kecamatan Matur, Kecamatan IV Koto dan Kecamatan Palupuah, betul-betul memilukan, yang membuat berbagai sarana vital, baik jalan, jembatan, rumah warga, masjid, sarana ibadah, saluran irigasi, areal pertanian produktif luluh lantak diterjang banding bandang dan tanah longsor.

Bahkan, 3 bulan pasca bencana yang menghantam wilayah Kabupaten Agam secara massif dan merata di berbagai kecamatan itu, masih menyisakan duka berkepanjangan, pasalnya, hingga saat ini sebanyak 2.497 jiwa masih mengungsi, sebagian sudah bisa tertampung di hunian sementara yang sudah dibangun pemerintah, terutama di Balingka, Kecamatan IV Koto dan di Kayu Pasak, Palembayan, sementara lainnya masih menunggu rampungnya hunian sementara yang tengah dibangun pemerintah bersama BNPB dan TNI.

Update data yang diperoleh kaba12, hingga Jumat, (23/1/2026), selain total kerugian mencapai Rp6,9 triliun, korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam mencapai 166 orang, 36 orang masih dinyatakan hilang, dengan penemuan 29 orang jenazah yang tidak teridentifikasi dengan rincian 19 jenazah utuh dan 10 potongan tubuh.

Kepala Dinas Kominfo Agam Roza Syafridianti kepada kaba12, menjelaskan, khususnya total kerugian Rp6,9 Triliun tersebut, pihaknya membagi dalam 5 kluster data dengan rincian nilai kerusakan dan nilai kerugian, masing-masing perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sectoral, “infrastruktur mengalami kerugian paling tinggi, yakni mencapai Rp5,5 triliun, “jelasnya.

(HARMEN)

0Shares