Lintau, KABA12.com —Sentra Tenun Kriya Minangkabau yang telah diresmikan Ketua Dekranas Indonesia Mufidah Jusuf Kalla, Selasa (08/05), akan menjadi sentral aktivitas usaha kerajinan tenunan profesional yang didukung penuh pemerintah.
Sebagai rumah tenun terbesar di Indonesia, Pemkab. Tanah Datar berencana akan mempergunakan jasa pihak ketiga untuk pengelolaan sekolah pelatihan Tenun Kriya Minangkabau kedepan.
” Kedepan, pemerintah akan bekerja sama dengan pihak ketiga, sehingga dari sisi pengelolaan lebih profesional, jadi betul terlaksana dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Lebihlanjut Bupati mengatakan, sebelum persemian, pelatihan telah dimulai sejak dua pekan lalu dengan jumlah peserta 70 orang.
“Disini mereka dilatih, punya keterampilan. Mereka yang ingin terus disini untuk produksi pun kita fasilitasi ada rusunawa yang akan ditempati dengan begitu target untuk mensejahterakan masyarakat dapat kita wujudkan,” harapnya.
Dielaskan, hasil tenun dari sentra ini memiliki ciri khas tersendiri, “hasil kriya di Sentra Tenun Lintau menggunakan pewarnaan yang alami beda dengan tenun Silungkang yang sudah dikenal lebih dulu, kedepan untuk mencukupi ketersediaan warna ini nantinya akan kita tanam tumbuhan dan pohon yang nantinya akan menjadi sumber pewarnaan,” jelasnya.
Irdinansyah menambahkan, target awal dari pelatihan ini yaitunya penguasaan peralatan oleh peserta, setelah itu penguasaan teknik bertenun dan mendisain.
“Untuk pelatihan nantinya kita akan mendatangkan langsung instruktur yang kompeten. Sementara untuk pemasaran hasilnya akan dibantu mencarikan oleh Ibu Mufidah,” tambahnya.
Lebihlanjut Bupati menambahkan, pada tahun 2018 ini nantinya juga akan ada bantuan dari DAK Kementerian Perindustrian sebanyak Rp 11 miyar yang diperuntukkan untuk membangun tempat pelatihan pencelupan pewarnaan dan produksi lainnya.
“Insyaallah ada Rp11 milyar lagi dari menteri perindistrian untum membuat tempat pelatihan, pencelupan dan produksi,” ulasnya.
(Jaswit)
