Tanahdatar, KABA12.com — Secara resmi pemakaian Sentra Tenun Kriya Minangkabau yang berlokasi di Nagari Tigojangko Lintaubuo Kabupaten Tanahdatar telah diresmikan Ketua Dekranas Pusat Ny. Mufidah Jusuf Kalla. Sekolah pelatihan tenun lengkap dengan segala macam sarana dan prasarana serta rusunawa berlantai tiga itu juga telah dilengkapi dengan kurikulum pendidikan yang apik.
Pembina Sentra Tenun Kriya Minangkabau, Atice mengatakan untuk kurikulum pembelajaran dikerjasamakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Perindustrian RI.
Adapun mata peljaran yang dipelajari yaitunya, sejarah dan kebudayaan adat istiadat Minangkabau sebanyak 1 SKS, pengetahuan tentang bahan-bahan seperti benang, pewarnaan baik secara teori, praktik dan komposisi sebanyak 5 SKS, pengetahuan tentang tenun Minangkabau baik gambar secara teori praktik dan komposisi warna sebanyak 5 SKS.
Kemudian pembelajaran tentang sulaman, baik menggambar motif, teori dan praktik secara komposisi sebanyak 5 SKS, serta proses kreatifitas sebanyak 2 SKS.
“Dalam proses belajar mengajar akan dipelajari tentang estetika, seperti ragam hias Minangkabau, komposisi ragam hias, pewarnaan, renda, bahan baku serta desain untuk kebutuhan kotemporer. Yang terpenting juga proses atau teknik penyulaman seperti mempelajari Suji Cair, Suji Batakiak, Suji Kapalo Samek, songket adat, salempang, ikat pinggang, pakaian adat dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara untuk menjaga kualitas proses belajar mengajar, maka tenaga pengajar didatangkan dari jurusan tekstil Institut Teknologi Bandung (ITB), dari unsur LKAAM, serta para pengrajin yang telah berpengalaman, antara lain pengrajin dari Pandai Sikek, Halaban dan Padang.
Disisilain Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi menambahkan sentra tenun ini nantinya juga bisa dimanfaatkan bagi siswa SMK jurusan kriya yang ingin praktik di pusat pelatihan tenun tersebut.
“Sentra tenun ini tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan bagi masyarakat saja. Tapi juga bisa dimanfaatkan oleh siswa jurusan kriya yang ingin berlatih disini. Silahkan teorinya disekolah masing-masing tapi praktiknya di sentra industri tenun kita ini, karena sentra tenun ini berbasis kompetensi,” sebut Bupati.
(Jaswit)
