Jakarta, KABA12 — Ratusan perantau Minang menghadiri acara seminar yang dilaksanankan Rangkayo Minang Indonesia (RMI). Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen RMI untuk perkuat falsafah Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di tengah perkembangan zaman.
Seminar dengan tema “Tantangan Nilai dan Identitas Minangkabau Masa Kini” ini, dilaksanakan di Auditorium Al-Quddus, Universitas Yarsi, Jakarta, Sabtu (28/06). Acara ini dihadiri Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. Anwar Abbas, Rektor Universitas YARSI Prof. Fasli Jalal.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum LKAAM Azmi Dt. Bagindo, Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis llyas, serta diaspora Minang di Amerika Serikat Alya Sarah Lawindo.
Ketua Umum Rangkayo Minang Indonesia, Dr. Susilawati Sofyan, MM, yang sekaligus menjadi Ketua Panitia, menjelaskan, seminar ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pergeseran nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah derasnya arus globalisasi, individualisme dan modernisasi.

Seminar ini, ulasnya menjadi ruang refleksi dan diskusi lintas generasi untuk memperkuat kembali Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di tengah tantangan zaman.
“Kita laksanakan kegiatan ini, berpijak pada kondisi perkembangan zaman saat ini, cukup banyak kekhawatiran akan terpinggirkannya adat budaya Minangkabau di tengah masyarakat dan keluarga kita,” ungkapnya.

Susilawati berharap melalui forum ini, lahir strategi yang mudah dicerna dan dipraktekkan, agar nilai-nilai Minangkabau tetap hidup dan mendarah daging, terkhusus bagi Urang Minang sendiri.
“Perkembangan zaman menjadi keniscayaan. Tidak boleh tidak, kita harus adaptasi dengan itu. Namun, dasar dasar agam dan adat budaya kita, jangan sampai tergerus. Terutama pada generasi muda kita di perantauan. Kita harus kuat untuk tetap menerapkan ABS -SBK, kita tularkan ke anak cucu kita, generasi muda penerus bangsa,” ungkapnya.
Rangkayo Minang Indonesia, lahir dari spirit Rangkayo Rasuna Said. Seminar ini adalah prakarsa dari Tan Sri Dato’ Utama Dr. Rais Yatim. Nilai ABS-SBK, haria tetap jadi penyangga hidup, terutama pada tatanan sosial di masyarakat.
“Semoga seminar ini menjadi titik tolak bagi kita semua untuk lebih mencintai, memahami dan melestarikan nilai-nilai luhur yang merupakan warisan tak ternilai dari pendahulu kita,” pungkasnya.

Seminar ini dimoderatori oleh Prof. Musril Zahari, dengan menghadirkan narasumber Dr. Anwar Abbas, Prof. Fasli Jalal, Azmi Dt. Bagindo dan diaspora Minang, Alya Sarah Lawindo.
(Ophik)
