Lubukbasung,kaba12 — Hujan lebat yang mengguyur mayoritas wilayah Kabupaten Agam Rabu, (5/8/2026) siang hingga malam kembali mengundang kekuatiran warga.
Pasalnya, mayoritas wilayah yang sejak November 2025 lalu, terdampak bencana hidrometeorologi sepenuhnya masih belum tertangani dengan optimal. Banyak sarana yang masih proses pengerjaan dan perencanaan, termasuk titik-titik rawan pemicu banjir bandang, seperti halnya di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Malalak, Palembayan, Matur, IV Koto dan Palupuah, sangat rentan terpicu banjir dan longsor jika hujan lebat turun.
Tidak hanya kawasan terparah terdampak bencana hidrometeorologi, banjir rutin juga melanda wilayah Kota Lubukbasung, kawasan Ampek Nagari termasuk Tanjung Mutiara, yang saat ini sangat mudah terpicu banjir, jika hujan lebat turun sesaat saja, karena belum ada upaya penanganan konkrit di lapangan, khususnya infrastruktur pendukung.

Seperti dikeluhkan Wardi, warga jorong Labuah, Nagari Sungai Batang yang mengaku kerap ketakutan akibat trauma bencana banjir bandang, jika hujan lebat mengguyur wilayah itu. Bahkan, dia lebih memilih beranjak dari rumahnya, walau dalam hujan untuk mencari lokasi aman.
Hal serupa disebutkan, Tek Nian, yang mengaku bersyukur mendapat dukungan bantuan sewa rumah dari pemerintah, dan mengontrak di Maninjau,sehingga tak lagi kuatir akan banjir bandang, jika hujan turun, “hujan sedikit saja, jantung sudah berdebar kencang, “sebutnya.


Sementara, di pusat pemerintahan kabupaten Agam, hujan lebat yang mengguyur wilayah itu Rabu sore, kembali memicu banjir di beberapa titik. Diduga, akibat banyaknya saluran drainase yang tersumbat dan terjadi pendangkalan di aliran sungai kecil yang melintasi kota Lubukbasung, membuat beberapa titik di jalur jalan protocol rentan terpicu banjir, “ini sudah berlangsung lama, tidak ada penanganan serius dari Pemkab.Agam, “sebut Dodi, warga Padang Baru, Lubukbasung kepada kaba12.
(HARMEN)
