Dukung Perjuangan Gelar Pahlawan Untuk Mr.Assaat, Rafdinal Kucurkan Dana Rp350 Juta

Lubukbasung,kaba12 — Dukung perjuangan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Mr.Assaat, pemangku Jabatan Presiden RI Mr.Assaat, yang juga tokoh penyelamat NKRI di era revolusi, H.Rafdinal,SH,MH, anggota DPRD Sumbar dari fraksi PKS, alokasikan dana pokir sebesar Rp.350 Juta.

Kepedulian Rafdinal dalam “mambangkik batang taradam” untuk mewujudkan penghormatan bangsa dan negara terhadap sosok Mr.Assaat, diwujudkan dengan mengucurkan dana sebesar Rp 350 juta, masing-masing Rp 50 juta diantaranya dari anggaran murni Pokir (Pokok-Pokok Piran) tahun 2026, dan sisa lainnya dari anggaran perubahan .

Mr. Assaat merupakan Presiden terlupakan di Indonesia. Ia telah menyelamatkan NKRI dari Negara Federal bentukan Belanda tahun 1949. ” Tanpa Mr.Assaat, belum tentu NKRI Bersatu kembali dari negara-negara federal dibawah naungan RIS (Republik Indonesia Serikat),” ujar Rafdinal.

Dijelaskan, perjuangan terhadap pengajuan gelar Pahlawan Nasional ini telah dimulai Februari tahun 2025 lalu. Dan Gubernur Sumatera Barat, H.Mahyeldi Ansyarullah serta Bupati Agam Beni Warlis telah menyatakan dukungannya terhadap perjuangan tersebut.

“Saat ini, Tim Mr.Assaat yang diketuai oleh Akmal Famajra dan Hasril Chaniago, wartawan senior dari Riau dan Sumatera Barat ini, mentargetkan tahun 2026 ini sudah diajukan ke Kementrian Sosial dan Kementerian Kebudayaan,” ujar Rafdinal.

Disebutkan, nama Mr.Assaat dan nama Syafrudin Prawiranegara (Ketua PDRI), merupakan tokoh Minangkabau yang sama- sama berperan sebagai Presiden RI di zamannya. Meskipun waktu singkat, tapi perannya sangat mempunyai arti penting. “Kalau tidak karena beliau berdua, pemerintahan Republik Indonesia terputus-putus, ketika Sukarno dan Hatta ditahan Belanda,” katanya.

Sementara menurut Akmal Famajra, ketua tim perjuangan gelar pahlawan Mr.Assaat menjelaskan, secara kelembagaan, gelar Pahlawan Nasional itu diusulkan Tim MR.Assaat dari IKB (Ikatan Keluarga Banuhampu) Pekanbaru. Mereka Adalah Putera-putra Banuhampu yang sangat gigih mengumpulkan dokumen serta data tentang Mr.Assaat serta perjuangannya.

Direncanakan dalam waktu dekat ini, tim tersebut akan melaksanakan audensi dengan Gubernur DI Yogyakarta serta Rektor UGM (Universitas Gajah Mada),karena pada masa itu (1949-1950), pemerintahan RI berada di Yogyakarta.

Mr. Assaat juga salah seorang inisator dan pendiri UGM. Statutanya waktu itu, ditandatangani oleh Mr.Assaat sebagai Pemangku Jabatan Presiden RI, “dalam pidato pembukaannya, Assaat menyebutkan UGM Adalah universitas negeri pertama di Indonesia, “sebut Akmal Famajra.

Ditambahkan, secara khusus tim perjuangan gelar pahlawan Mr.Assaat dari IKB Pekanbaru, akan melakukan serangkaian pertemuan dan pembahasan, termasuk koordinasi terkait dengan materi yang disiapkan sebagai berkas penting pengajuan gelar pahlawan dengan Dinas Sosial Agam, Dinas Sosial Sumbar dan unsur terkait lain, sebelum diajukan ke pemerintah pusat melakukan Kementerian Sosial di Jakarta.

(HARMEN)

3Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   1   =