Pantai Tiku sepi,tidak ada aktivitas jual beli ikan seperti biasanya. (foto dokumentasi)Tiku, kaba12 — Dampak cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Agam termasuk di kawasan perairan laut di kecamatan Tanjung Mutiara, makin membuat kalangan nelayan terpuruk.
Pasalnya, akibat curah hujan tinggi disertai terjangan angin badai, membuat kalangan nelayan memilih istirahat dan enggan melaut, karena kuatir dampak buruk yang berpotensi dialami.
Selain, terpaksa harus terus bersabar menunggu kondisi cuaca membaik, pasalnya perubahan pola cuaca termasuk pertemuan angin musom, ditengarai sangat berbahaya bagi kalangan nelayan jika berada di tengah, kondisi itu juga membuat harga ikan mahal.

Seperti disebutkan beberapa nelayan Tiku kepada kaba12, Rabu,(5/8/2026), mayoritas nelayan lebih memilih menyandarkan kapal dan sarana penangkap ikan lainnya di muara sungai atau tempat yang lebih aman, sampai kondisi cuaca membaik.
Disebutkan Irwansyah dan Armen, nelayan dan walijorong Pasia, para nelayan Tiku saat ini tidak berani melaut karena kondisi cuaca yang buruk, selain angin kencang dan badai, perubahan cuaca yang mendadak, membuat para nelayan harus lebih waspada, “sudah sepekan lebih kami tidak melaut karena kondisi cuaca, mudah-mudahan kondisi cepat membaik, “ungkap Irwansyah pelan.
Kondisi itu dibenarkan Edo Aipa Pratama, Camat Tanjung Raya yang ikut memantau perkembangan kondisi cuaca di kawasan lepas pantai Tanjung Mutiara yang sejak sepekan terakhir selalu berubah mendadak.
Disebutkan, pihaknya justru menyarankan pada para nelayan secara optimal memantau kondisi cuaca, dan lebih baik istirahat melaut sampai kondisi cuaca membaik, “kewaspadaan penting, karena perubahan cuaca di kawasan lepas pantai bisa sangat mendadak dan esktrem , “sebutnya.-
Dampak tidak melautnya kalangan nelayan di perairan laut Tiku, pantauan kaba12 di kawasan TPI dan tepian pantai Tiku, sepi dari aktivitas nelayan. Tidak ada kegiatan dan kesibukan jual beli ikan yang turun dari perahu yang diserbu warga dari berbagai wilayah.
(HARMEN)
