Maninjau, kaba12.com — Pengguna jalan yang akan melintasi kawasan kelok 44 diminta waspada menyusul masih belum tuntasnya pembersihan yang dilakukan tim gabungan Pemkab Agam pasca terjadinya musibah longsor dan pohon tumbang di kelok 3, kelok 6 dan kelok 7, Selasa dan Rabu,(26-27/6) lalu.
Musibah longsor dan pohon tumbang akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah kabupaten Agam itu, justru ditangani dalam hujan lebat sampah Rabu subuh oleh tim gabungan yang dipimpin camat Tanjung Raya Handria Asmi dan kepala BPBD Agam M.Lutfi.
Hingga Rabu, informasi yang diperoleh kaba12.com, ruas jalan utama yang menghubungkan Lubukbasung-Maninjau-Bukittinggi atau sebaliknya tersebut, hanya bisa diakses dengan sistim buka-tutup yang dipandu petugas di lapangan.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan, pasca dilanda musibah longsor dan pohon tumbang dampak hujan lebat tersebut, penanganan intensif masih terus dilakukan. Bahkan, pembersihan yang menggunakan alat berat dan penyiraman material longsor dengan mobil pemadam kebakaran, sehingga jalur itu bisa kembali dilewati kendaraan.
Walau demikian Handria Asmi minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut, terutama jika cuaca buruk, karena masih ruas tebing dan jalur yang labil di sepanjang kelok 44 tersebut, “ kami himbau masyarakat waspada, apalagi saat ini, anomali cuaca kerap menguatirkan, apalagi ruas jalan kelok 44 tercatat sebagai salah satu rute jalan yang rawan dan kerap dilanda musibah, seperti halnya pembenahan kelok 5, yang terban beberapa waktu lalu, “ sebut Handria Asmi.
(Ardi)
