Warga Agam Diminta Waspadai Cuaca Buruk

Lubukbasung, kaba12.com — Masyarakat kabupaten Agam diminta mewaspadai perubahan cuaca yang kerap mendadak bahkan merata di seluruh wilayah kabupaten Agam. Kewaspadaan harus dilakukan warga, jika melintasi kawasan yang selama ini dianggap rawan.

Seperti halnya musibah Selasa-Rabu kemarin cauca buruk yang melanda wilayah kabupaten Agam,menyebabkan ruas jalan kelok 44 di beberapa titik terdampak longsor dan pohon tumbang.

Kondisi itu menyebabkan tersekatnya atur lalulintas yang dikenal padat dan menjadi jalan utama yang menghubungkan wilayah Lubukbasung-Maninjau-Bukittinggi atau sebaliknya. Langkah penanganan sudah dilakukan secara intensif oleh tim gabungan Pemkab Agam.

Sebelumnya, musibah akibat curah hujan tinggi juga menyebabkan ruas jalan terputus di Cacang Randah, nagari Tiku Utara, kecamatan Mutiara, yang menyebabkan arus transportasi Cacang-Bukik Malintang tersebut, termasuk musibah banjir di beberapa tempat.

Himbauan itu disampaikan bupati Agam melalui Asisten I Sekab Agam Rahman,S,Ip,MM menyikapi kondisi cuaca dan dampak yang ditimbulkan di beberapa wilayah di kabupaten Agam saat ini.

Disebutkan Rahman, Pemkab Agam berupaya maksimal mengantisipasi dampak pasca bencana terutama dengan mengingatkan dari awal, agar masyarakat siaga terhadap berbagai kemungkinan, terutama yang beraktivitas di kawasan yang selama ini rawan bencana.

Rahman berharap, masyarakat juga menghindari aktivitas di luar rumah, jika cuaca buruk, dan menghindari ruas jalan yang rawan jika sedang berkendara, “ antisipasi dan siaga sejak dini sangat efektif untuk mengantisipasi dampak yang berpotensi terjadi, “ ulasnya.

Disisi lain, asisten I Sekab Agam itu menyebutkan, pihaknya sudah mengintsruksikan seluruh jajaran Pemkab Agam, baik pemerintah kecamatan dan nagari untuk meningkatkan kewaspadaan, dan harus langsung bergerak, serta menginformasikan pada pihak terkait jika musibah terjadi.

“ Kami himbau seluruh elemen yang ada pro-aktif, dan siaga jika cuaca buruk, karena daerah kabupaten Agam dikenal sebagai wilayah rawan bencana, “himbau Rahman lagi.

(Ardi)

0Shares