Lubuk Sao, KABA12.com — Bupati Agam Dr Andri Warman meresmikan Nagari Dalko sebagai nagari definitif, Rabu (21/12).
Acara peresmian tersebut digelar di halaman kantor walinagari setempat di Jorong Lubuk Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Peresmian Nagari Dalko nagari definitif ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan selubung papan nama Nagari Dalko oleh Bupati Agam didampingi Anggota DPR RI Guspardi Gaus, Anggota DPRD Sumbar Lazuardi Erman, Wakil Ketua DPRD Agam Irfan Amran, forkopimda, dan tokoh masyarakat.

Bupati Andri Warman mengucapkan selamat untuk Nagari Dalko yang sudah resmi menjadi nagari definitif. Ia berharap, nagari definitif diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dapat mewujudkan pemerataan pembangunan.
“Selamat atas diresmikannya Nagari Dalko. Semoga bisa menjadi nagari yang lebih maju kedepannya,” ujarnya.
Ia mengakui, masyarakat setempat sudah sejak lama mengharapkan Nagari Dalko menjadi nagari definitif. Kendati begitu, ia juga berharap agar pemerintah pusat menambah anggaran untuk pemerataan pembangunan.
“Masyarakat setempat sudah lama mengharapkan nagari ini menjadi nagari definitif, alhamdulilah tahun ini bisa terwujud,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Guspardi Gaus mengapresiasi acara peresmian Nagari Dalko. Menurutnya, peresmian nagari ini merupakan yang paling meriah dari nagari- nagari lainnya.
“Ini merupakan agenda yang ketiga saya menyaksikan acara peresmian nagari di Agam menjadi nagari definitif. Antusiasnya sangat luar biasa, apalagi banyak tokoh perantau yang hadir dalam acara ini. Atas nama pribadi dan lembaga, saya apresiasi peresmian yang meriah ini,” ungkap politikus partai PAN tersebut.
Ia mengatakan, pemekaran Nagari Dalko saat ini merupakan hasil dari proses dan tahapan panjang yang telah dilakukan seluruh pihak baik dari pemerintahan, legislatif, tokoh masyarakat, dan para perantau.
“Kita harus bersyukur atas ditetapkannya Nagari Dalko sebagai nagari definitif. Semoga bisa menjadi nagari yang lebih dan lebih maju kedepan,” kata Guspardi.
Lebih lanjut disebutkan, saat ini masih ada 13 nagari persiapan lain di Kabupaten Agam yang belum menjadi nagari definitif, dan diharapkan bisa segera terealisasi.
“Ada 13 nagari lagi yang belum definitif. Kita bersama akan mengusahakan untuk menjadikan nagari tersebut menjadi nagari definitif,” jelasnya.
Tokoh masyarakat Nagari Dalko, Alfiandri Imam Mulia menyampaikan, peresmian Nagari Dalko merupakan sebuah momentum yang ditunggu masyarakat sejak lama. Sebab banyak pihak termasuk tokoh masyarakat yang sudah berjuang mengupayakan terbentuknya nagari definitif.
“Ini adalah hasil dari kerja keras kita bersama, dan alhamdulillah nomor registrasi nagari sudah keluar dari Kemendagri RI beberapa waktu lalu, dan sekarang Nagari Dalko sudah resmi menjadi nagari definitif,” sebutnya.
Ia menyebutkan, Nagari Dalko memiliki potensi diberbagai bidang seperti pariwisata, pertanian, dan perkebunan.
“Disini ada potensi wisata alam yang dibanggakan yaitu Sarasah (air terjun) Tigo Tingkek, yakni Sarasah Tinggi, Sarasah Pontong dan Sarasah Randah. Itu semua merupakan potensi wisata di Dalko yang perlu dikembangkan,” katanya.
Selain itu, Nagari Dalko juga unggul di bidang pertanian. Dimana nagari ini pernah meraih prestasi tingkat nasional ketahanan pangan khususnya bidang kedelai beberapa tahun lalu.
“Selanjutnya, sumber air disini juga sangat banyak. Selain dari perbukitan, sumber air lainnya juga didapat dari Batang Antokan yang berhulu di Danau Maninjau,” jelasnya.

Diketahui, peresmian itu berlangsung sangat meriah, hal ini dibuktikan dengan banyaknya tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam momentum tersebut.
Termasuk banyaknya karangan bunga yang berjejer dan menghiasi lokasi acara peresmian. Puluhan karangan bunga itu berisikan ucapan selamat dari berbagai kalangan atas diresmikannya Nagari Dalko sebagai nagari definitif. Mulai dari kepala daerah, anggota dewan pusat, forkopimda, forkopimca, perusahaan BUMN, swasta, tokoh masyarakat, hingga para perantau.
“Selamat sukses atas peresmian Nagari Dalko,” demikian isi karangan bunga dari berbagai pihak.
(Bryan)