Lubukbasung,kaba12 — Perjuangkan aspirasi warga yang mengeluhkan masih banyaknya area blank spot di Kabupaten Agam, Aderia,SP,MM, Wakil Ketua DPRD Agam bersama Refda Santia, anggota DPRD Agam Dapil I ( Lubukbasung -Tanjung Mutiara ) dari fraksi PAN, datangi kantor utama PT.Telkomsel, di Jakarta, Selasa, (21/7/2026).
Area blank spot ( tidak terjangkau koneksi internet dan selular) masih cukup banyak di wilayah kabupaten Agam, termasuk di beberapa lokasi di Lubukbasung, wilayah Tanjung Mutiara dan banyak wilayah lain di Kabupaten Agam, sementara kebutuhan akan internet dan saluran komunikasi selular justru semakin meningkat.
Menyikapi kondisi itu, Aderia dan Refda Santia menyebut , pihaknya sengaja mendatangi pusat layanan PT.Telkomsel di Jakarta, tidak hanya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung, tapi juga membangun dialog, terkait dengan program pelayanan dan pengembangan yang akan dilakukan perusahaan jasa telekomunikasi tersebut, khususnya untuk memaksimalkan pelayanan di Kabupaten Agam.
“Kami perjuangkan hal itu, mengingat kebutuhan akan internet, tidak hanya sekedar informasi saja saat ini, bahkan menjadi kebutuhan utama dalam dunia pendidikan dan ekonomi. Kami berharap, PT. Telkomsel merespon hal itu, dengan menambahkan kekuatan jaringan di Kabupaten Agam, “tegasnya.
Saat ini, ulasnya, mayoritas kawasan di wilayah Tanjung Mutiara, sebagian Lubukbasung, Tanjung Raya, dan bebagai kecamatan lain, belum sepenuhnya bisa terlayani dengan baik oleh jaringan internet dan selullar, sehingga masyarakat sangat kesulitan.
“Apalagi saat terjadi bencana, sangat sulit mendapatkan update informasi dan pengiriman data, kami berharap ada program khusus untuk kawasan Tanjung Mutiara, terutama di Nagari Tiku V Jorong, Tiku Utara dan sebagian Tiku Selatan,Padang Mardani, Lubukbasung dan beberapa titik lain, “sebut Refda yang diamini Aderia.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, area blank spot di kabupaten Agam, masih cukup banyak, terutama di kawasan terpencil yang jauh dari sentra jaringan operator sellular,yang beberapa waktu belakangan terus diperjuangkan Diskominfo Agam.
(HARMEN)
