Manggopoh, kaba12.com — Kolam instalasi pengolahan air limbah (IPAL) aerobic I PT.Bukit Sawit Semesta (BSS) di jorong Pasar Durian, Manggopoh, kecamatan Lubukbasung, Senin,(6/8) sekitar pukul 16.00 WIB kembali jebol. Diduga, kolam pengolahan limbah tersebut bobol karena tak kuat menahan debit air limbah akibat hujan lebat yang terjadi sepanjang Senin kemarin.
Akibat bobolnya kolam IPAL tersebut, menyebabkan ribuan ikan di sepanjang aliran sungai di bagian hilir kawasan pabrik mati, bahkan air limbah menyebar sampai ke aliran irigasi sawah milik penduduk setempat dengan warna air menghitam yang menebar bau tak sedap.
Dampak bobolnya kolam IPAL tersebut mendapat reaksi keras dari masyarakat dan jajaran terkait di Pemkab.Agam, bahkan Senin malam, langsung digelar pertemuan khusus untuk menghentikan operasional pabrik kelapa sawit tersebut, sampai kolam IPAL itu dibenahi.
Data yang diperoleh kaba12.com, dalam pertemuan yang digelar Senin malam, dihadiri dari unsur PT.BSS Ridho Riandika, ESL PT.BSS dan Syahman Saragih, sementara dari unsur pemerintah dan masyarakat hadir Melinda, ST,Msi, Kabid.PPL DLH Agam, Harmon,SH, Kapolsek Lubukbasung, Mulyadi,SH, Kasat.Intel Polres Aga, Ridwan, wali nagari Manggopoh, Suardi M, LSM LKPM yang selama ini dikenal konsens dalam masalah lingkungan, Sanderma, wali jorong Pasa Durian, Manggopoh, Bakirman, kepala Dusun III/ketua kelompok tani srikandi dan beberapa tokoh masyarakat lain diputuskan beberapa kesepakatan awal terkait dengan masalah tersebut.
Dalam berita acara yang diperoleh kaba12.com, menyebutkan beberapa poin kronologis dan kesepakatan bersama, diantaranya penghentikan aktivitas pabrik PT.BSS mulai pukul 18.30 WIB Senin malam, akan dilakukan penyedotan limbah dan isolasi kolam yang jebol dan langkah darurat.
Menurut Ir.Suardi, M, ketua LSM LKPM Agam yang menghadiri pertemuan tersebut menjawab kaba12.com Selasa,(7/8), beberapa kesepakatan awal tersebut akan dibahas tuntas Selasa,(7/8) siang ini di kantor wali nagari Manggopoh, menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya.
Dijelaskan Suardi M, terkait dengan kasus bobolnya kolam IPAL PT.BSS, Senin sore itu, memicu ketakutan masyarakat, bahkan banyak warga yang sedang mandi berhamburan ke luar sungai, karena saat bersamaan, banyak ikan yang mati mengapung di permukaan sungai.
Ditambahkan, dalam kesepatan awal Senin malam, ditegaskan bahwa PT.BSS wajib menghentikan proses produksi sampai upaya perbaikan dan penanganan kolam IPAL selesai,akan dilakukan analisa dan audit konstruksi untuk seluruh IPAL oleh dinas pekerjaan umum dan tata ruang ( PUTR) Agam, “ dan hal itu akan dituntaskan dalam pertemuan siang ini, “tegas Suardi M.
Bahkan selaku tokoh masyarakat Manggopoh dan warga yang terimbas dampak bobolnya kolam IPAL PT.BSS itu, Suardi M mengaku sangat prihatin dan kecewa, pasalnya kasus pengolahan limba perusahaan kelapa sawit yang baru dibangun di wilayah Pasar Durian, Manggopoh, masih terkesan abai, karena kasus serupa sudah dua kali terjadi.
“ Kami minta, dilakukan penanganan serius menyusul kasus tersebut, karena dikuatirkan, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat, “ sebut Suardi M lagi.
(Harmen)
