Bukittinggi, KABA12.conm — Kondisi kesehatan lingkungan SDN 02 Guguak Bulek Bukittinggi, memang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, jika cuaca hujan, maka halaman sekolah tergenang air dan tidak dapat difungsikan dengan maksimal.
Plt Kepala SDN 02 Guguak Bulek Bukittinggi, Yuharni, menjelaskan, sejak dua tahun terakhir, kondisi halaman sekolah selalu tergenang dengan air setiap hujan melanda daerah ini. Hal tersebut terjadi, karena aliran air yang biasanya digunakan, sudah terhambat dengan bangunan kelas yang baru dibangun 2016 lalu.
“Jika sudah hujan, lapangan kita basah dan menyebabkan genangan air. Akibatnya, halaman tidak bisa difungsikan untuk kegiatan rutin kita. Seperti, upacara, shalat dhuha dan kegiatan lain yang menggunakan pekarangan sekolah. Ini terjadi sejak ada bangunan baru yang didanai dari DAK 2016 lalu, menghambat aliran air. Sumur resapan yang kita buat juga tidak dapat menampung air secara keseluruhan,” jelasnya.
Mendapat laporan itu, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, H. Trismon dan Anggota DPRD lainnya, Jusra Adek, langsung meninjau lokasi, Jumat (12/10). Pihaknya langsung menanggapi kondisi ini dengan berkoordinasi langsung dengan OPD terkait.
H. Trismon, menjelaskan, kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat dari DPRD terkait keluhan masyarakat. Apalagi keluhan yang disampaikan terkait dengan kesehatan lingkungan sekolah yang sangat rentan dengan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
“Ini wujud dari respon kita tehadap laporan masyarakat. DPRD sebagai wakil rakyat, apapun yang menjadi keluahan warga, harus ditanggapi dengan cepat. Apalagi ini menjadi sebuah hal penting terkait aktivitas belajar mengajar di sekolah,” jelasnya.
Terkait persoalan itu, H. Trismon dan Jusra Adek, berkoordinasi dengan dinas Perkim, Disdikbud, kelurahan dan pihak terkait lainnya. “Untuk mengatasi persoalan genangan air ini, kami rekomendasikan pemerintah terkait, seperti Perkim dan Disdikbud kota Bukittinggi untuk segera mencarikan solusi dalam waktu dekat. Apalagi sekarang masuk musim penghujan. Kasian anak-anak kita,” ujar Trismon yang diamini Jusra Adek.
Pihak sekolah berharap, didapat solusi yang bisa dilakukan dalam tahun anggaran 2018 ini. Mengingat tiga bulan di penghujung tahun, Bukittinggi diprediksi akan turun hujan dan tentu akan memperparah kondisi halaman sekolah.
(Ophik)
