Padang, kaba12.com — Seorang warga Koto Kaciak, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang tidak menyangka bisa bertemu dengan Nasrul Abit dalam acara silaturahmi antara masyarakat setempat dengan calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.
Adalah Yani, kakak Hari, korban yang selamat dari tragedi Wamena, Papua. Adiknya itu sudah lebih dari delapan tahun berada di Wamena. Di Wamena, ia membuka kedai kelontong.
Kedatangan Nasrul Abit ke Wamena, saat masih menjabat sebagai Wakil Gubernur, menjadi pembuka jalan bagi adiknya untuk meninggalkan Wamena dan kembali berkumpul bersama keluarga.
“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Pak Nasrul Abit dan jajaran yang terkait yang sudah peduli terhadap korban-korban Wamena,” kata Yani, Minggu (4/10).

Yani menuturkan, setelah kembali dari Wamena, adiknya tidak mau kembali ke Papua karena trauma akan tragedi Wamena itu. Kini adiknya memutuskan membuka usaha di Kota Padang.
Menurut Yani, Nasrul Abit berperan besar menyelamatkan ratusan warga Minang di Wamena.
Atas keberanian, kepedulian, tanggungjawab dan perhatian yang besar teehadap warganya itu, Yani mendoakan calon gubernur itu menduduki kursi nomor 1 di Sumbar sebagai gubernur Sumbar mendatang.
“Peran Pak Nasrul Abit untuk menolong urang awak sangat besar. Semoga beliau selalu dilimpahkan kesehatan dan terwujud apa yang diinginkan oleh Pak Nasrul Abit,” tuturnya.
Sementara itu, Nasrul Abit menanggapi hal itu, menyatakan, apa yang dilakukannya di Wamena merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai wakil gubernur.
Tanggung jawab itu membuat dirinya tidak takut pergi ke daerah yang sedang terjadi konflik.
Keberhasilan menyelamatkan orang Minang di Wamena, kata Nasrul Abit, tidak hanya andil dirinya, tetapi juga peran banyak pihak, yang dengan ikhlas membantu menyediakan transportasi membawa pulang orang Minang di Wamena.
“Alhamdulillah semua sehat sampai di kampung. Ini berkat andil kita semua. Pada saat berangkat, kita tidak ada dana. Tahunya setelah kita berangkat, banyak masyarakat kita menyumbang.Kami sangat berterimakasih akan hal itu, karena kepedulian semua pihak, urang Minang yang terjebak konflik di Wamena, bisa kita bawa pulang,” ujarnya.
HARMEN
