Disparpora Agam Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Paralayang

Matur, kaba12.com — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam menggelar pelatihan pemandu wisata paralayang tahun 2020 di Objek Wisata Puncak Lawang, Kecamatan Matur, Senin (5/10).

Pelatihan tersebut dibuka Kepala Disparpora Agam, Syatria, dihadiri instruktur dan narasumber dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Provinsi Sumatera Barat dibawah naungan Lanud Sutan Syahrir Padang, diikuti 40 orang peserta dari utusan Kecamatan se Kabupaten Agam.

Selain itu pelatihan yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik itu digelar selama 10 hari dan dilaksanakan di Gunung Bungsu, Nagari Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota melibatkan Pengcab FASI Sumbar dan Komunitas Paralayang setempat.

Sekretaris Disparpora Agam, Subchan, selaku panitia pelaksana menyebutkan, dasar digelarnya kegiatan ini tertuang dalam peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI No 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dana pelayanan kepariwisataan.

“Pelatihan ini bertujuan agar peserta bisa mengikuti kompetensi di bidang olahraga paralayang serta mampu mengimplementasikan kompetensinya,” ujarnya.

Sementara Kepala Disparpora Agam, Syatria menyebutkan, pelatihan pemandu paralayang ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pembinaan ilmu kepada peserta, sehingga bisa menciptakan pemandu- pemandu yang profesional di Agam khususnya di bidang pariwisata minat khusus.

“Dengan pelatihan ini, kita berharap pariwisata di Agam menjadi destinasi unggulan di berbagai bidang. Termasuk di bidang pemandu wisata paralayang ini, karena bidang tersebut adalah salah satu yang terlibat dalam menggeliatkan pariwisata di Kabupaten Agam,” kata Syatria.

Disebutkan, pada tahun 2020 ini target wisatawan berkunjung ke Agam yaitu 1 juta kunjungan. Namun karena adanya pandemi, maka target tersebut tidak bisa dicapai akibat pembatasan kunjungan di masa PSBB lalu.

“Kita berharap kepada instruktur atau pelatih agar dapat mengeluarkan segala ilmunya dalam pelatihan ini. Sehingga dengan demikian dapat melahirkan pemandu wisata sekaligus atlet paralayang yang berkualitas,” ulasnya.

Sementara, Danlanud Sutan Syahrir Padang diwakili Mayor. Tek. Kriswidiyanto menyebutkan, paralayang adalah olahraga yang penuh tantangan yang mengutamakan safety. Diharapkan kepada siswa atau peserta untuk benar- benar tekun mengikuti pelatihan ini, sehingga dapat terbang dengan aman dan nyaman.

“Apapun kesalahan yang dilakukan di olahraga Dirgantara ini tidak boleh diulang. Karena yang terpenting adalah safety, safety, dan safety. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar, sehingga melahirkan seorang pilot paralayang profesional yang mampu mengharumkan Sumatera Barat di kancah Internasional,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares