Lubukbasung,kaba12.-Kalangan orangtua murid di Kabupaten Agam kian resah menyusul semakin tebalnya kabut asap kiriman dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Kabupaten Agam menjadi salah satu wilayah terdampak kabut asap dalam sebulan terakhir, dengan kuatir udara sedang sampai tidak sehat. Bahkan, secara kasat mata ketebalan kabut asap juga sangat mengganggu jarak pandang.
Kondisi itu, membuat kalangan orangtua murid yang anak-anak bersekolah makin kuatir, pasalnya hingga saat ini, belum ada kebijakan dari Pemkab.Agam untuk meliburkan kegiatan pendidikan di sekolah, termasuk pemberlakuan pembelajaran jarak jauh seperti yang sudah dilakukan beberapa daerah di Sumbar.
Seperti halnya dikeluhkan Ayu, warga Padang Baru, Lubukbasung yang mengaku semakin kuatir menyusul semakin pekatnya kabut asap di permukaan udara di Lubukbasung.
Bahkan, Ayu menginformasikan bahwa anak-anak yang bersekolah di SD dan TK mulai terserak batuk dan demam, sehingga harus menjalani perawatan, “kami berharap, ada kebijakan segera, agar kegiatan pendidikan di sekolah dilubur dan diberlakukan pembelajaran jarak jauh, terutama untuk murid SD dan TK, “sebutnya berharap.
Kondisi senada disebut Hendri Y, yang berharap, Pemkab.Agam segera memantau perkembangan di lapangan dan membuat kebijakan agar diberlakukan sistim daring atau semacamnya, “minimal, ada pegangan kami untuk menjelaskan pada anak-anak, sehingga kami pun nyaman, sehingga dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan anak kami bisa diantisipasi, “sebutnya berharap.
Menanggapi keluhan orangntua murid tersebut, Andri,ST,MT, Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam menyebutkan, pihaknya tengah menggodok edaran terbaru terkait dengan kegiatan pembelajaran di sekolah menyikapi perkembangan kondisi kabut asap saat ini.
Disebutkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan seluruh jajaran pelaksana kegiatan pendidikan di Kabupaten Agam, membahas perkembangan kondisi dan langkah-langkah yang harus dilakukan, “edaranhya tengah kami rumuskan, kita segera informasikan pada masyarakat, “sebut Andri lagi.-HARMEN.-
