Lubukbasung, kaba12.com — Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan nyatakan kabupaten Agam memiliki potensi udang vaname seluas 200 hektare di sepanjang bibir pantai Kecamatan Tanjung Mutiara.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto, Senin (21/5) di Lubukbasung.
Menurutnya, 200 hektare lahan tersebut seluas 50 hektar berada di Gasan Nagari Tiku Selatan, sedangkan 150 hektare lagi berada di Subang-Subang dan Muaro Putih Nagari Tiku Lima Jorong.
“Daerah ini sangat cocok untuk budidaya udang vaname, karena memiliki hamparan cukup luas yang berdekatan dengan laut,” katanya.
Untuk itu, pihaknya telah mencari investor agar menginvestasikan dananya membudidaya udang tersebut sejak 2015. Namun, sampai saat ini belum ada investor yang mau berinvestasi dengan berbagai alasan.
“Pada 2018, salah seorang investor dari Jakarta sudah mau menginvestasikan dananya untuk berbudidaya udang vaname. Setelah meninjau lokasi di Labuan Nagari Tiku V Jorong , investor siap membudidayakan udang di daerah itu,”ujar Ermanto.
Saat ini investor tersebut sedang mengurus izin prinsip dan AMDAL.
“Untuk tahap awal, akan dikembangkan budidaya udang seluas 50 hektare dari target 100 hektare,”tambahnya.
Disisi lain, pihaknya akan memfasilitasi dan membantu pengurusan izin prinsip dan AMDAL tersebut, sehingga investor tersebut merasa terbantu dan mau menginvestasikan dana untuk penambahan lokasi.
“Budidaya udang vaname saat ini peluang bisnis yang menjanjikan, karena masa panen lebih cepat sekitar 50 sampai 60 hari. Disamping itu, harga udang vaname pun terbilang cukup mahal sekitar Rp.40.000 sampai Rp. 50.000 per kg, ”ungkapnya.
Udang vaname atau dalam bahasa latin disebut “litopenaeus vannamei” merupakan salah satu jenis udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak diminati, karena udang ini memiliki keunggulan, seperti tahan penyakit, pertumbuhannya cepat.Ditem
pat terpisah, Ketua Lembaga Koordinasi Pemuda Masyarakat Minang, Suardi M, mengapresiasi dinas terkait yang berusaha mencari investor dalam pengembangan budidaya udang vaname.
Menurutnya, hal itu merupakan langkah awal untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga masyarakat sekitar menjadi sejahtera.
Kendati demikian, pihaknya berharap masyarakat memberikan dukungan kepada investor dengan cara tidak menghalangi-halangi program itu, agar usaha mereka berjalan dengan baik.
“Apabila ini tercapai, maka dampaknya sangat besar dirasakan masyarakat setempat,” jelasnya.
(virgo/*)
