Kemenhaj Bukittinggi Monev KBIHU, Tekankan Kemandirian Jemaah Menuju Tanah Suci

Bukittinggi, KABA12 — Menjelang penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bukittinggi terus memperkuat pembinaan dan pelayanan kepada calon jemaah haji.

Salah satunya melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bimbingan Manasik Haji pada tiga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Kota Bukittinggi, Minggu (30/08).

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi perdana sekaligus pembinaan Kemenhaj Kota Bukittinggi dengan jajaran pengurus KBIHU. Monev dilakukan untuk memastikan pelaksanaan bimbingan manasik berjalan dengan baik serta memberikan penguatan kepada calon jemaah haji dalam mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah haji.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bukittinggi, diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Mul Khairat, bersama Kasi Bina Haji dan Umrah dan Layanan, Hj. Yuni Yelfia A., SH, didampingi pelaksana pada Kantor Kemenhaj Kota Bukittinggi, Arik Krisnawati, SE, Mieke Wijaya, SIP, dan Wiliem Eriko, S.Si.T.

Dalam arahannya, Mul Khairat mengharapkan seluruh KBIHU memberikan perhatian terhadap aspek kemandirian jemaah dalam melaksanakan ibadah.

“Kami mengharapkan kepada pimpinan KBIHU agar dalam bimbingan manasik menekankan kemandirian jemaah dalam beribadah. Meskipun nantinya dalam satu kloter ada pembimbing ibadah, setiap jemaah tetap harus memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melaksanakan rangkaian ibadah secara mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan manasik bukan hanya sebatas memberikan pemahaman tentang tata cara ibadah haji, tetapi juga membentuk kesiapan mental, fisik, dan kemandirian jemaah agar mampu menghadapi berbagai situasi selama berada di Tanah Suci.

Selain pembinaan manasik, tim Kemenhaj juga menyampaikan sejumlah informasi penting terkait persyaratan dokumen keberangkatan jemaah haji. Beberapa dokumen dan tahapan yang perlu dipersiapkan antara lain paspor, perekaman biometrik visa, pasfoto, bukti lulus pemeriksaan istitha’ah kesehatan, serta bukti pelunasan Bipih melalui BPS Bipih. Seluruh persyaratan tersebut, jelasnya, harus dipenuhi secara berurutan sesuai tahapan yang ditetapkan menjelang keberangkatan.

Mul Khairat juga mengingatkan calon jemaah haji agar mengikuti proses pemeriksaan istitha’ah kesehatan dengan disiplin dan penuh kejujuran. “Kami mengharapkan kepada jemaah haji, dalam pemeriksaan istitha’ah kesehatan agar disiplin dan jujur dengan kondisi fisik dan mental, serta patuh mengikuti arahan dari Tim Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi,” katanya.

Ia optimistis seluruh jemaah yang telah masuk dalam estimasi keberangkatan dapat mempersiapkan diri dengan baik dan berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Insya Allah, semua jemaah yang telah masuk dalam estimasi keberangkatan akan dapat berangkat haji sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kemenhaj Kota Bukittinggi mengunjungi tiga KBIHU, yakni KBIHU Ikhwanul Haji, KBIHU Masjid Jami’ Birugo, dan KBIHU Masjid Raya.
Kunjungan perdana ke KBIHU Ikhwanul Haji disambut oleh Sekretaris KBIHU, Drs. H.M. Arsyad, bersama H. Zarkani, S.Ag.

Selanjutnya, di KBIHU Masjid Jami’ Birugo, rombongan Kemenhaj diterima oleh H. Ismail Johar, SH., MM, Dr. (Cand.) Ahmad Budiman, LC., MA, didampingi H. Adek Pangeran serta jajaran pengurus lainnya. Sementara itu, di KBIHU Masjid Raya, tim Monev disambut oleh Inyiak H.M. Dt. Nagari Basa.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara Kemenhaj Kota Bukittinggi dengan KBIHU dalam memberikan pembinaan terbaik kepada calon jemaah haji.
139 Jemaah Telah Ikuti Bimbingan Manasik.

Berdasarkan informasi dari pengurus masing-masing KBIHU, sebanyak 139 calon jemaah haji telah mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji. Rinciannya, 85 jemaah mengikuti bimbingan di KBIHU Masjid Jami’ Birugo, 40 jemaah di KBIHU Ikhwanul Haji, dan 14 jemaah di KBIHU Masjid Raya.
Sementara itu, dari total 162 jemaah haji yang masuk dalam estimasi keberangkatan, masih terdapat 23 jemaah yang belum terdaftar mengikuti bimbingan manasik pada KBIHU di Kota Bukittinggi.

Para jemaah tersebut dimungkinkan mengikuti manasik secara mandiri maupun mengikuti bimbingan manasik di luar Kota Bukittinggi, sesuai domisili atau pilihan masing-masing.
Melalui kegiatan Monev ini, Kemenhaj Kota Bukittinggi berharap sinergi dengan KBIHU semakin kuat sehingga pembinaan calon jemaah haji dapat berjalan optimal.

Dengan persiapan yang matang, pemahaman manasik yang baik, serta kemandirian dan kesiapan fisik maupun mental, diharapkan jemaah haji Kota Bukittinggi dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, tertib, mandiri, dan memperoleh haji yang mabrur.

(Ophik)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   7   =