Maninjau, KABA12.com — Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Perindagkop-UKM melakukan renovasi terhadap Pasar Tradisional Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung. Proses pengerjaannya sudah dilakukan oleh pihak ketiga atau rekanan sejak awal Agustus 2022.
Pembangunan los atau renovasi pasar ini menggunakan dana alokasi umum (DAU) APBD Agam tahun 2022 dengan nilai kontrak Rp 966.411.000. Sementara pengerjaan renovasi dilakukan oleh pihak rekanan dari CV Khalaf Abadi, kemudian konsultan perencana CV Canal Consultan Engineering, dan konsultan pengawas CV ANA Consulindo.
Pengerjaan proyek renovasi tersebut akan memakan waktu selama 120 hari kalender yang dimulai sejak tanggal 5 Agustus hingga awal Desember mendatang.

Pemerintah Nagari Maninjau sendiri merespon positif dengan dimulainya pengerjaan renovasi pasar tradisional tersebut. Dimana pembaharuan kawasan pasar sudah menjadi harapan impian masyarakat sejak lama.
“Alhamdulillah, pemerintah nagari, masyarakat dan pedagang menyambut positif terkait renovasi bagian los Pasar Tradisional Maninjau, yang nantinya diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan pengunjung pasar,” ujar Sekretaris Nagari Maninjau, Asrul Hidayat kepada KABA12.com, Selasa (23/8).
Ia mengatakan, sebelum direnovasi kondisi bagian los pasar tersebut tidak layak akibat tidak ada perbaikan pasca mengalami rusak akibat dihantam angin kencang pada awal tahun 2020 lalu. Kondisi itu pun membuat para pedagang dan pengunjung merasa kurang nyaman.

“Sebelumnya bagian los pasar itu rusak setelah dihantam angin kencang pada tahun 2020. Selanjutnya pemerintah nagari mengajukan renovasi kepada Pemkab Agam, dan akhirnya bisa terealisasi tahun ini,” katanya.
Ia menambahkan, adanya pembaharuan terhadap salah satu bangunan pasar ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung yang beraktifitas di pasar. Selain itu, penataan pedagang juga akan lebih mudah setelah pengerjaan renovasi tuntas dilakukan.
“Jadi, penataan pedagang akan lebih mudah dilakukan karena bagian los ini dibangun dua lantai. Pada bagian atas juga bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat seperti olahraga, kesenian, maupun acara lain yang berskala mengundang orang banyak,” sebutnya.
Pemerintah nagari juga akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop-UKM Agam agar pengembangan kawasan pasar bisa dilakukan, baik dari sisi renovasi bangunan hingga penataan lainnya. Namun harapan itu nantinya akan terealisasi secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan daerah yang tersedia.
“Kita tetap upayakan supaya renovasi bangunan pasar pada bagian depan bisa segera dilakukan. Sebab bangunan ini sudah berusia puluhan tahun, sehingga perlu pembaharuan bangunan terutama pada bagian depan,” jelasnya.
(Bryan)
