Kaba Terkini

Dakwah dan Urgesinya

Oleh : Rahman

buya 1“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl (16): 125).

Pintu dakwah selalu terbuka luas, bagaikan hamparan samudera, terutama bagi¬† yang mau mendapatkan kebaikan, keutamaan dan pahala yang besar dari Allah Ta’ala.

Dakwah merupakan suatu kewajiban yang disyariatkan dan merupakan bagian dari faktor yang membuat kokohnya agama yang mulia ini berdiri hingga akhir masa nanti. Dan dengan tersebarnya dakwah Islam secara luas ditengah-tengah masyarakat, maka hukum-hukum syariat menjadi tegak dan dapat berperan sebagai landasan filosofi hidup bagi segenap umat manusia.

Bagaimanapun kondisi umat Islam saat ini, yang secara kasat mata berada dalam ‘masa-masa sulit’. Dimana seolah-olah mereka ‘enggan’ menampilkan identitasnya sebagai seorang Muslim, dan tak lagi mempedulikan seruan dan ajakan para ulama (bahkan malah melecehkan), ini adalah dampak dari ketidakpahaman serta dangkalnya pengetahuan tentang syariat Islam, meskipun kualifikasi pendidikan mereka secara akademis tak diragukan lagi. Kita pantas prihatin dan sedih, betapa banyak masyarakat muslim justru lebih percaya dan mengidolakan ‘figur-figur’ yang tidak jelas arah aqidahnya, bahkan ada yang ‘berani’ menghina ajaran Islam secara terang-terangan.

Kita tidak bisa mengelak, bahwa ‘terpinggirnya konsep syariat’ dalam sikap dan budaya umat saat ini, sebagai dampak dari lemah dan rendahnya kedudukan dakwah dalam kehidupan umat Islam. Begitu besar resiko yang akan kita terima dan menimpa generasi Islam masa depan, jika kita lalai dan mengabaikan aktivitas dakwah dalam kehidupan. Masa depan Islam ada ditangan umat Islam saat ini. Misi dakwah merupakan misi yang besar dan berat, menuntut usaha serta tanggung jawab yang berat pula. Allah swt dan Rasul-Nya menjanjikan pahala yang besar bagi setiap muslim yang mau ikhlas berjuang menegakkan syariat-Nya. Rasulullah saw menegaskan, “Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukanya.” (HR. Muslim).

Kita dapat memulainya dari hal-hal yang kecil, dan dari lingkungan yang kecil, dalam keluarga, lingkungan sekitar, rekan kerja, di sekolah, kampus, kantor, dan tempat-tempat lainnya dimana pun kita berada yang berpotensi risalah Islam itu disampaikan. Memanfaatkan sosmed (sosial media) sebagai media berbagi pesan, informasi dan pengetahuan tentang syariat Islam dan hukum-hukumnya adalah hal yang sangat positif bagi kemajuan dakwah. Rasulullah saw berpesan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka dia akan selalu mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia selalu mendapatkan dosa yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR. Muslim).

Allah swt juga berfirman, “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, ” Sungguh, aku termasuk orang-orang yang muslim (yang berserah diri)?” (QS. Fushshilt(41): 33).

Semoga setiap kita dengan segenap potensi yang Allah Ta’ala karuniakan, akan mampu berperan dan memberi kontribusi, serta memperjuangkan secara nyata tegaknya aktivitas dakwah dilingkungan masing-masing, serta mensyiarkannya pada tingkat yang lebih luas agar Islam itu tegak, dan menjadi pelita kehidupan.

Allah swt telah memilih hamba-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagai pengemban misi tegaknya Islam di permukaan bumi ini, ikutan kita, menjadikan risalah Islam yang disampaikannya sebagai pedoman hidup dalam segala aspek yang menyertainya.

To Top