Korban Keracunan Terus Bertambah, 5 Korban Dirawat di 3 Rumah Sakit di Bukittinggi

Lubukbasung, kaba12. -Jumlah korban keracunan pasca mengkonsumsi produk dapur SPPG MBG di kecamatan Palupuah masih terus bertambah.

Setelah sebelumnya, Rabu, (2/9/2026) sore kemarin, data resmi Dinkes Agam yang mencatatkan 237 warga jadi korban, Kamis, (3/9/2026) melonjak mencapai 276 orang.

Walau mayoritas warga korban keracunan sudah berhasil ditangani dan mayoritas sudah diperbolehkan pulang, namun hingga Rabu malam terjadi penambahan jumlah korban yang dilarikan ke puskesmas dan pustu, termasuk yang dirujuk ke RSAM ,RST dan RSUD Bukittinggi.

Oplus_131072

Sebelumnya, dua balita dirujuk dan mendapat perawatan di Bukittinggi sebanyak 2 orang, Kamis ini menjadi 5 orang. Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12, ada balita yang harus mendapatkan perawatan khusus di ICU.

Kondisi itu dibenarkan Hendri Rusdian, Kepala Dinas Kesehatan Agam waktu dikonfirmasi kaba12, Kamis, (3/9/2029).

Disebutkan, dampak keracunan makanan produk dapur SPPG MBG milik Yayasan Affa Adicitta Nagari Pasie Laweh, kecamatan Palupuah, masih bertambah, setelah sebelumnya upaya penanganan dilakukan hingga Rabu sore, bahkan mayoritas korban keracunan sudah diperbolehkan pulang.

Namun, Rabu malam terjadi penambahan korban yang diantarkan keluarga ke puskesmas dan pustu dengan keluhan sakit perut, mual , sakit kepala dan gejala lain, ” total data sementara sebanyak 276 , dan 5 orang dirujuk ke 3 rumah sakit di Bukittinggi, ” sebutnya.

Ditambahkan Hendri Rusdian, pihaknya bersama tim gabungan masih siaga dan memantau perkembangan di lapangan serta mendorong warga untuk segera membawa keluarga ke puskesmas atau pustu jika ada keluhan.

” Kami bersama tim Dinkes Agam siaga penuh, kita akan terus pantau perkembangan di lapangan, ” sebut Hendri Rusdian lagi.

Sementara dampak keracunan makanan produk dapur SPPG MBG di Palupuah itu, berdampak bagi penerima manfaat dari TK, SD, SMP bahkan guru -guru dan balita ikut jadi korban.

Informasi yang diperoleh kaba12 di Palupuah, jumlah korban diprediksi masih akan terus bertambah, sesuai informasi pergerakan dampak keracunan 2-3 hari pasca mengkonsumsi makanan yang diduga berpotensi memicu keracunan. -HARMEN

1Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   6   =