Kualitas Udara Bukittinggi Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker

Bukittinggi, KABA12.- Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW), hasil Pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang sudah dilakukan pada tanggal 3 September 2026, prakiraan konsentrasi PM2.5 hari ini di wilayah Kota Bukittinggi adalah 20,5 mikrogram/M3 kategori kualitas udara “sedang” dengan konsentrasi maksimum sebesar 42 mikrogram/M3 yang terjadi pada jam 00 dinihari tadi.

Sedangkan untuk prakiraan besok, tanggal 4 September, konsentrasi PM2,5 sebesar 35.8 mikrogram/M3 kategori kualitas udara “Sedang” dengan konsentrasi pm2,5 maksimum sebesar 67.2 mikrogram/M3 kategori kualitas udara “tidak sehat” yang diprakirakan terjadi pada dinihari nanti.
Disampaikan oleh Dr. Sugeng Nugroho, S.Si, M.Si, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, menyampaikan, sumber pencemaran yang terjadi berdasarkan arah angin dominan dari arah Tenggara, Selatan atau bagian Timur wilayah Sumatera Barat, yaitu Sumatera Selatan dan Jambi. Selain itu potensi juga berasal dari wilayah yang berbatasan dengan wilayah Riau, seperti 50 Kota, Sijunjung dan Dharmasraya.

“Melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan ISPU, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bukittinggi yang beraktivitas di luar ruangan masih dapat melaksanakan kegiatan dengan tetap menjaga kesehatan masing -masing. Namun, untuk anak-anak, lansia, serta orang yang mengalami gangguan pernapasan disarankan agar mengurangi kegiatan di luar ruangan, jika sangat dibutuhkan maka dianjurkan menggunakan masker,” imbaunya.

Kualitas udara saat ini bersifat sementara, terdapat kemungkinan membaik atau menurun tergantung pada pergerakan konsentrasi ISPU. Pemantauan kualitas udara akan terus ditinjau dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi bersama pihak Stasiun GAW Koto Tabang.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memantau segala informasi secara resmi serta tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara terkini.
(Ophik)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   4   =