Bumdes Motor Pembangunan Daerah

Bukittinggi, KABA12.com — Agar tidak ada lagi daerah tertinggal, pemerintahan Presiden Jokowidodo melalui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memberikan bantuan dana desa kepada desa/nagari diseluruh Indonesia.

Dalam perjalanannya sejak dana desa dikucurkan tahun 2014 terbukti memberi pengaruh peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja secara nasional.

“Pada tahun 2016 lalu dana desa berkontribusi sebesar 0,9% pada produk domestik bruto, menyumbang 9,04% dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.331 jiwa lebih,” ungkap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat membuka  Expo Bumdes Nusantara 2017 di Bukittinggi, Sabtu (13/05).

Tidak hanya itu, pemanfaatan dana desa juga digunakan untuk pembangunan jalan desa sepanjang 66.884 km, jembatan sepanjang 511,9 km, MCK sebanyak 37.368 unit, instalasi air bersih 16.295 unit, posyandu 7.524 unit, 38.184 unit penahan tanah dan lainnya lagi.

Eko Putro Sandjojo menyebutkan, presiden berjanji akan menambahkan dana desa jika desa/nagari bisa menjalankan empat program prioritas Kemendes PDTT. seperti, menentukan produk unggulan desa, bumdes sebagai mesin penggerak ekonomi rakyat, membangun embung air desa, dan menciptakan sarana olahraga.

“Tahun depan akan dinaikkan dana desa dari Rp. 60 triliun menjadi Rp120 triliun kalau desa menjalankan empat program unggulan dari pemerintah pusat tersebut,” ungkapnya lagi.

Dijelaskannya, masing-masing desa harus memiliki tiga produk unggulan agar memberi ruang keterlibatan pelaku ekonomi dan mendorong partisipasi masyarakat. Sebagai penggerak ekonomi masyarakat jumlah bumdes yang meningkat signifikan akan dibina langsung oleh holding bumdes dari empat BUMN seperti BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri.

Mendes PDTT juga meminta walinagari dan kepala desa untuk mengalokasikan Rp.200 juta – Rp.500 juta anggarannya untuk membangun embung desa, “embung bisa dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, yang biasanya panen 1 kali kini bisa panen hingga 3 kali pertahun, tidak hanya itu embung juga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata dan produksi ikan,” ulasnya.

Eko Putro Sandjojo juga meminta pemerintah desa/nagari untuk mengalokasi Rp.50 juta- Rp.100 juta dari dana desa untuk membangun sarana olahraga, ” untuk menyalurkan energi generasi muda, kita sudah sediakan liga desa, kita sudah siapkan sponsor, diharapkan akan ada masyarakat berjualan sehingga  meningkatkan perekonomian masyarakat, intinya tidak ada lagi daerah yang tertinggal” tegasnya.

(Jaswit)

0Shares