Potensi Nilam Luar Biasa, KTH HKM Kampung Melayu Saiyo Harap Dukungan Pemerintah

Lubukbasung,kaba12 — Potensi komoditi perkebunan nilam yang dikembangkan Kelompok Tani Hutan (KTH) HKM Kampung Melayu Saiyo, yang merupakan kelompok binaan KPHL Agam Unit IV, luar biasa. Pasalnya, KTH yang mengembangkan potensi hasil hutan bukan kayu melalui budidaya tanaman nilam, memberi dampak luar biasa bagi para anggota kelompok.

Bahkan baru-baru ini, anggota KTH HKM Kampung Melayu Saiyo melaksanakan panen nilam bersama yang menjadi bukti nyata keseriusan kelompok dalam mengembangkan potensi kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) secara produktif dan berkelanjutan.

KTH HKM Kampung Melayu Saiyo yang mendapatkan dukungan dari Wali Jorong II Balai Ahad serta Wali Nagari Lubukbasung tersebut, menjadi motivasi dan semangat bagi anggota kelompok untuk terus mengembangkan kegiatan perhutanan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seperti dijelaskan, Dedi Mulyono, ketua KTH HKM Kampuang Melayu Saiyo, nilam merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi ekonomi cukup besar. Setelah melalui proses pengolahan, tanaman nilam dapat menghasilkan minyak nilam yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri.

Disebutkan, untuk pengembangan potensi tersebut, KTH HKM Kampung Melayu Saiyo saat ini masih menghadapi keterbatasan dalam pengolahan hasil panen. Salah satu kebutuhan utama yang sangat dibutuhkan oleh kelompok adalah alat penyulingan nilam.

“Tanpa adanya fasilitas penyulingan, hasil panen nilam belum dapat diolah secara maksimal menjadi minyak nilam yang memiliki nilai tambah ekonomi,”ujarnya.

Pihaknya berharap,perhatian dan dukungan dari pemerintah, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat, khususnya dalam bentuk bantuan alat penyulingan nilam beserta sarana pendukung pengolahannya.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan yang selama ini diberikan oleh KPHL Agam Unit IV, Wali Jorong II Balai Ahad, serta Wali Nagari Lubukbasung. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan KTH HKM Kampung Melayu Saiyo. Kedepan, kami berharap pemerintah dapat membantu menyediakan alat penyulingan agar hasil panen nilam dapat kami olah sendiri dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat,” ulasnya.

Dengan tersedianya alat penyulingan, kelompok berharap hasil panen nilam tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi minyak nilam secara mandiri.

Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok, membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, serta mendorong pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu di kawasan HKM.

Sebagai kelompok binaan KPHL Agam Unit IV, KTH HKM Kampung Melayu Saiyo berkomitmen untuk terus menjaga dan memanfaatkan kawasan hutan secara bertanggung jawab, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi dan kolaborasi antara masyarakat, KPHL Agam Unit IV, pemerintah nagari, pemerintah daerah, serta pemerintah lainnya, pengembangan tanaman nilam diharapkan dapat menjadi salah satu potensi ekonomi unggulan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

(HARMEN)

2Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   9   =