Aksi Walk Out Puluhan Pengcab Olahraga di Agam, Erwin Tanjung : Pertama Dalam Sejarah

Lubukbasung,kaba12 — Aksi walk out yang dilakukan puluhan pengurus cabang olahraga yang tergabung dalam KONI Agam, langsung viral di berbagai media. Bahkan, pemberitaan di berbagai media langsung menjadi konsumsi public, pasca aksi para pengurus cabang olahraga itu, meninggal ruangan rapat saat Sekda Agam M.Lutfie berbicara di aula Disparpora Agam, Selasa, (8/9/2026).

Aksi yang merupakan buntut kekecewaan para pengurus dan pelaku olahraga ditengah semakin sempitnya masa persiapan menghadapi Porprov XVI Sumbar, termasuk desakan para atlet, sementara sikap pemerintah sendiri, justru berpihak pada kepentingan kelompok, menghabaikan hak para pengurus cabang olahraga yang diatur UU dan AD-ART KONI.

Bahkan,beberapa ketua cabang olahraga yang sejak lama menahan kecewa mengaku langsung ,”maloyo”melihat para pejabat daerah yang disebut lebih peduli terhadap kepentingan kelompok dan penguasa, ketimbang ratusan atlet kabupaten Agam, yang notabone nya akan mengharumkan nama daerah.
Seperti diungkap Erwin Tanjung, ketua Pengcab Taekwondo Agam yang mengaku sepakat dengan sikap yang diambil pengurus cabang olahraga saat pertemuan dengan Sekab.Agam dan Kadisparpora Agam itu, “beliau-beliau itu, lebih peduli para kepentingan kelompok, ketimbang anak-anak mereka, para atlet yang sudah puasa lebih dari 8 tahun tidak ikut Porprov , “tegasnya.

Oplus_131072

Erwin Tanjung, mantan atlet dan pelatih senior taekwondo Agam yang sudah banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi itu, mengaku, sejak tahun 1990-an dia mengeluti event dan olahraga di Kabupaten Agam, baru kali ini, muncul hal seperti ini.

“Pemerintah yang justru mengabaikan, dan berpihak pada kepentingan kelompok yang nyata-nyata menyalahi AD-ART. Ini jadi sejarah dalam dunia olahraga di Agam, bahkan mungkin di Indonesia, “tegasnya.

Protes senada disampaikan Yudha Novri, Ketua Pengcab.ESI Agam dan Eka Heraska, Ketua Pengcab.POBSI Agam, yang memprotes keras sikap Pemkab.Agam yang berat sebelah dan mengabaikan hak-hak demokrasi pengurus cabang olahraga dalam mengurus KONI Kabupaten Agam.

“Mestinya Pemkab.Agam menghormati keputusan organisasi yang dibinanya, bukan justru jadi penarung proses demokrasi yang sudah dilalui. Ini pertama dalam sejarah Kabupaten Agam, hal ini sebuah catatan penting yang jadi pengalaman pahit dalam sejarah olahraga kabupaten Agam. Para atlet, pengurus cabang dan KONI-nya satu visi dan komitmen dalam mendorong kemajuan olahraga, pemerintah justru yang menghambat, kan aneh ini, “tegas Yudha Novri dengan nada tinggi.

Sementara, informasi yang diperoleh kaba12, reaksi para pengurus cabang olahraga yang memilih walk-out setelah mendapati pertemuan yang digelar Disparpora Agam itu justru dihadiri pengurus caretaker itu, rapat yang sebelumnya penuh sesak oleh para pengurus cabang olahraga dari 54 cabang yang tergabung dalam KONI Agam, langsung mendadak lengang, hanya beberapa cabang yang terlihat mengikuti pertemuan pasca aksi walk-out tersebut.

(HARMEN)

3Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   1   =