Bukittinggi, KABA12.- Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, dorong optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dan tata kelola sekolah melalui Workshop Peningkatan Pemanfaatan dan Optimalisasi Digitalisasi dalam Mendukung Transformasi Pembelajaran dan Tata Kelola Sekolah SMP Negeri dan Swasta Kota Bukittinggi.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (08/09).
Workshop ini merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bukittinggi.
Koordinator Pengawas (Korwas) Sekolah/Korwas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Maswardi, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Kegiatan Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, meng-update dan meng-upgrade kemampuan guru. Ini juga menjadi sebuah terobosan yang dilakukan MGMP,” ujarnya.
Maswardi menegaskan, digitalisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, aplikasi, maupun jaringan internet. Lebih jauh, teknologi harus mampu dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bukittinggi, Asrar Fernando mengatakan, penguatan digitalisasi pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur sekaligus peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
Asrar menambahkan, transformasi digital di bidang pendidikan juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan digital di Kota Bukittinggi.
“Penguatan digitalisasi pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Asrar.
Melalui workshop ini, Pemko Bukittinggi berharap peningkatan kompetensi guru dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak menggantikan peran guru, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat proses pembelajaran dan mendukung lahirnya peserta didik yang kreatif, kritis dan inovatif.
(Ophik)
