Balai Bahasa Sumbar Sosialisasi Bahasa di Agam

Lubuk Basung, KABA12.com — Balai Bahasa Sumatera Barat (Sumbar) memberikan sosialisasi tentang kebijakan pengawasan dan pengendalian pengunaan bahasa negara di media luar ruang atau publik di aula kantor Bappeda Agam, Selasa, (14/05).

Sosialisasi itu diikuti sekitar 20 orang peserta yang berasal dari beberapa OPD, pengusaha percetakan dan Insan Pers.

Dimana kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Fauzan Helmy H, S.Sos.MAP, dihadiri Kepala Balai Bahasa Sumbar, Drs. Dwi Sutana M. Hum sekaligus sebagai narasumber.

Kepala Balai Bahasa Sumbar, Drs. Dwi Sutana M. Hum mengatakan, Balai Bahasa Sumatera Barat merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Dimana Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan berkedudukan sebagai unsur pelaksana tugas tertentu di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tujuan kita mengadakan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetiaan dan kebanggaan terhadap bahasa negara,”ujarnya.

Selain itu, sosialiasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan sikap bertanggungjawab masyarakat atas kelestarian bahasa daerah dan meningkatkan kesiapan masyarakat untuk menertibkan penggunaan bahasa asing.

“Mari utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,”kata Dwi Sutana.

Kepala Diskominfo Agam, Fauzan Helmy H, mengucapkan terimakasih kepada Balai Bahasa Sumbar yang telah berkenan memberikan sosialisasi di Kabupaten Agam. Sosialisasi tersebut diakui Fauzan Helmy sangat penting.

“Sosialisasi ini merupakan sesuatu yang baru dan sesuatu yang menjadi persoalan juga bagi kita. Dimana masih banyak pelaku usaha dan Pemda yang masih keliru dalam menggunakan bahasa negara di media luar ruang atau publik,”ujarnya.

Fauzan Helmy, berharap, Balai Bahasa (Sumbar) dapat memberikan materi yang jelas dan dapat membimbing peserta dengan baik, hal ini dikarenakan masih minim pengetahuan dan pengalaman terhadap penggunaan bahasa negara di media luar ruang atau publik.

“Diharapkan para peserta juga mengikuti kegiatan ini dengan sebaik mungkin, sehingga kedepannya dapat lebih baik lagi dalam menggunakan bahasa negara di media luar ruang atau publik,”harapnya.

(Ardi)

0Shares