Lubukbasung,kaba12 — Kondisi ruas jalan kelok 44, yang jadi ikon di pulau Sumatera makin memprihatinkan, menyusul dampak bencana hidrometeorologi 2024 yang memicu longsor, bahkan berentet hingga saat ini, sehingga beberapa ruas jalan semakin rawan.
Upaya perbaikan yang tengah dilakukan pemerintah, khususnya di kelok 44, sementara di ruas kelok 8-9-10 yang terdampak cukup parah, masih dilakukan penanganan darurat, sehingga banyak pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasi ruas jalan yang sempit dengan jurang yang menganga di bibir jalan.

Kondisi memprihatinkan itu, ditambah dengan kondisi semakin rimbunnya semak belukar di sepanjang tepi jalan yang masih belum dibersihkan pihak terkait. Hal ini, sangat mengganggu pengguna jalan, ditengah semakin sempitnya kelok 44 yang terkenal itu.
Seperti dikeluhkan Harfian, warga Ampek Angkek kepada kaba12, Senin, (19/10/2026), usai melintasi kelok 44, yang menurutnya semakin rawan, selain masih belum dituntaskannya perbaikan titik yang terdampak bencana, juga kiri kanan jalan juga sudah semakin dipenuhi semak belukar.
“Kami jarang menempuh jalur kelok 44,karena sering longsor sementara arus kendaraan padat. Sayangnya, rumput-rumput liar dan semak belukar juga semakin menjalar,sehingga mengganggu jarak pandang, apalagi saat ini,kabut asap juga semakin pekat. Kami himbau pengguna jalan, untuk lebih waspada, “ungkapnya.

Disebutkan, saat ini hampir di setiap kelok, rumput liar tumbuh subur, dan menghambat pandangan para pengemudi, “kami berharap, pemerintah memberi perhatian akan hal itu,agar pengguna jalan lebih aman saat menempuh jalur kelok 44 , “sebutnya.
Sementara, saat ini, proses perbaikan ruas jalan kelok 44 yang terdampak bencana hidrometeorologi 2025 lalu, masih terus dilakukan, termasuk pengamanan ruas kelok 8-9-10 secara darurat. Termasuk perbaikan ruas jalan Matur-Sungai Landia yang terus dikebut .
(HARMEN)
