Lubukbasung,kaba12 — Sebanyak 18 warga penggarap lahan di eks HGU PT.Inangsari, di kawasan Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung, masih enggan menerima dana kerohiman yang disiapkan Pemkab. Agam, menyusul rencana pembangunan 440 unit hunian tetap (huntap) untuk korban terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam.
Hingga saat ini, proses land clearing yang dilakukan pemerintah untuk penataan bakal huntap tersebut, masih terus berlanjut tanpa ada gangguan berarti. Pasalnya, Pemkab.Agam mengagendakan pembangunan 440 huntap di lahan eks HGU PT.Inangsari tersebut harus tuntas dalam waktu dekat.

Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra menjawab kaba12 di Lubukbasung, Senin, (19/10/2026) mengakui, warga penggarap lahan eks HGU yang merupakan tanah eks hearfact verponding yang notabone-nya milik pemerintah tersebut, masih enggan menerima dana kerohiman yang disiapkan Pemkab.Agam, sebagai wujud perhatian dan dukungan khusus terhadap warga yang sebelumnya memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan perkebunan.
Wujud perhatian khusus itu, disebutkan Ricky Eka Putra, sudah disiapkan sebesar Rp100 juta dan bahkan sudah akan didistribusikan pada masing-masing warga, Jumat, (16/10/2026) lalu, namun karena tidak ada warga penggarap yang datang sesuai undangan yang disampaikan, dana tersebut dikembalikan pihaknya pada Pemkab.Agam.


Menjawab kaba12, Camat Lubukbasung itu menjelaskan, sebelumnya 18 warga yang menggarap lahan eks HGU 01 PT.Inangsari itu,memakai lahan tersebut untuk kegiatan perkebunan seperti jagung,papaya dan jenis tanaman lain, yang sejak awal sudah disampaikan, agar lahan tersebut tidak digarap, karena akan dimanfaat -kan pemerintah untuk pembangunan huntap.
Bahkan, dalam beberapa kali pertemuan, tidak ditemukan solusi, karena mayoritas para penggarap lahan justru tidak hadir dalam rapat yang digelar, “ bahkan untuk membantu warga, pemerintah sudah menyiapkan dana kerohiman atau tali asih sebagai wujud perhatian pada warga penggarap, juga tidak diterima. Namun, kita terus berupaya melakukan pendekatan dan musyarawah, “ulas Ricky Eka Putra lagi.
Sementara, disebutkannya untuk program pembangunan 440 unit huntap yang dicadangkan pemerintah tersebut, proses pembersihan arealnya masih terus dilakukan menggunakan alat berat.
(HARMEN)
