113 Tahun Perang Manggopoh, Mandeh Siti-Srikandi Bangsa Indonesia

Lubukbasung, kaba12.com — Upacara puncak peringatan 113 Tahun Perang Manggopoh yang dipusatkan di aula kantor camat Lubukbasung, Selasa,(15/6) berlangsung khidmat. Upacara yang dipimpin Dandim 0304/Agam Letkol.Arh.Yosip Brozti Dadi, dihadiri Asisten I Sekab.Agam Rahman,S,Ip,MM, Camat Lubukbasung Harmezi, walinagari Manggopoh R.Dt.Tumbijo dan para pejabat lain diikuti secara terbatas, karena mentaati protokol kesehatan itu juga disiarkan secara virtual melalui media sosial.

Dandim 0304/Agam Letkol.Arh.Yosip Brozti Dadi yang mewakili bupati Agam menyebut Perang Manggopoh bukanlah perlawanan lokal anak Nagari Manggopoh melainkan perlawanan rakyat Sumatera Barat yang dimotori tokoh masyarakat Manggopoh, kecamatan Lubukbasung.

Dikatakan, Perang Manggopoh sejatinya adalah suatu perjuangan yang tumbuh dan dijiwai oleh semangat, serta cita-cita untuk mencapai kemerdekaan republik ini, “kita jangan lupa, negeri ini berdiri di atas darah dan jiwa para syuhada, para pejuang dan pahlawan, diantaranya adalah pejuang Perang Manggopoh yang gugur sebagai patriot bangsa,” tegasnya.

Dandim 0304/Agam itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan moment peringatan Perang Manggopoh sebagai titik balik mengukur sejauh mana memaknai nilai dan semangat pejuang, serta jadi modal dan motivasi untuk menata kehidupan lebih baik.

Ditegaskan semangat kepahlawanan para pejuang Perang Manggopoh, akan tetap dipelihara dan dilestarikan, serta diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab untuk melaksanakan program pembangunan di segala sektor, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Puncak peringatan 113 Tahun Perang Manggopoh yang sudah digelar sebelumnya, dengan malam renungan suci Senin,(14/6) malam, berlanjut dengan upacara puncak Selasa,(15/6) serta berbagai acara yang secara khusus digelar pemerintah nagari Manggopoh bersama masyarakat.

HARMEN

0Shares