Peringatan 113 Tahun Perang Kamang Khidmat, Mahyeldi : Jas Merah-Jangan Lupakan Sejarah

Kamang Magek, kaba12.com — Puncak peringatan Perang Kamang ke-113 yang dipusatkan di aula kantor camat Kamang Magek Selasa,(15/6) dipimpin Gubernur Sumbar H.Mahyeldi Ansyarullah dihadiri para unsur Forkopimda, tokoh ninik mamak dan keluarga para pahlawan nasional dari Kabupaten Agam.

Selain digelar secara langsung, upacara puncak peringatan 113 tahun Perang Kamang itu juga digelar secara virtual yang diikuti berbagai elemen terkait di Sumatera Barat, dimana moment sejarah ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan nasional melawan penjajah Belanda.

Moment peringatan Perang Kamang yang tahun ini, menurut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansyarullah, menjadi tahapan penting bagi seluruh warga bangsa ini, terutama di Sumbar untuk bangkit dari penindasan penjajah, keluar dari cengkeraman kekejaman Belanda, dan melepaskan diri dari jeratan “belasting” (pajak) yang mencekik kehidupan rakyat yang menderita.

Ditambahkan, para pejuang bangsa ini, khususnya dari berasal dari Kamang, mengobarkan semangat perlawanan untuk keluar dari penindasan penjajah, untuk merdeka, mengorbankan harta-benda bahkan nyawa, agar Indonesia bisa merdeka, menghapus penjajah yang mencekik kehidupan rakyat Indonesia yang tengah menderita.

Perlawanan warga dalam Perang Kamang, yang berkobar di seantero Sumatera Barat sampai ke Lubukbasung dengan Perang Manggopoh, membuktikan kepada penjajah, semangat dan perjuangan bangsa ini, bisa menghancurkan penjajah.

“ Jangan lupakan itu. Kita harus ingat jas merah. Jangan lupakan sejarah. Jangan lupakan perjuangan dan pengorbanan yang sudah diberikan para pahlawan, sehingga kita bisa menikmati kemerdekaan seperti saat ini,”ungkap Mahyeldi.

Ditambahkan, Perang Kamang dan Perang Manggopoh yang berkobar bersamaan, menjadi salah satu catatan sejarah yang digoreskan dengan tinta emas oleh bangsa ini, dibuktikan, para pejuang itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional, yang pengorbanannya akan dikenang sepanjang masa.

HARMEN

0Shares