Waspada Bahaya Bencana dan Kebakaran

Bukittinggi, KABA12.com — Kondisi cuaca tidak menentu, memang harus menjadi perhatian khusus bagi masyarakat. Karena memang kondisi iklim dunia yang cukup ekstrem diprediksi akan berpengaruh kepada sejumlah daerah di belahan dunia. Untuk itu, warga dihimbau tetap waspada dan mengantisipasi terjadinya bencana dan kebakaran yang kapan saja bisa terjadi.

Kalak BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudra, menyebutkan, tahun 2000-2018 ada 4 kategori bencana yang akrab di Bukittinggi. Seperti, banjir yang terjadi 9 kali, gempa sebanyak 2 kali, cuaca ekstream 3 kali dan tanah longsor 4 kali. Dari empat kategori bencana itu, banjir memang yang paling sering terjadi.

“Banjir menjadi bencana yang sering terjadi, karena memang debit air yang masuk Bukittinggi cukup besar, sementara drainase yang ada tidak mampu menampung secara keselurhan. Saat ini, pemko juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar dapat mencari jalan terbaik terkait drainase ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ibentaro Samudra juga menjelaskan, bahwa penanggunalangan bencana harus lebih dimaksimalkan, secara sistematis dan terencana. Karena memang BPBD ada 4 kegiatan terkaiy kebencanaan. Mitigasi dan pencegahan bencana, perlindugan dan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban serta pemulihan dan rehabitasi.

“Kami juga memiliki mitra kerja di setiap kelurahan yang disebut, KBLK yang kedepannya akan diperkuat dengan pembekalan sarana prasarana. Kami pun dapat dihubungi melalui call center BPBD (0752) 32382, Email bpbdkotabukittinggi@gmail.com, frekuensi radio BPBD 147.550 Mhz dan Posko siaga 24 jam,” jelasnya.

Kedepan direncanakan ada billboard informasi kota, yang akan ditayangkan informasi terkait prakiraan cuaca, informasi gempa serta seluruh informasi terkait kesiapsiagaan bencana.

“Akan ada patroli jika hujan sudah turun, kami juga himbau warga untuk tidak buang sampah sembarangan. Untuk kesiapsiagaan bencana, BPBD juga akan berkoordinasi dengan seluruh SKPD terkait dan Forkopimda,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid pencegahan damkar, Sunarno, menyampaikan, terkait kebakaran, pihaknya selalu melalukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan. Masyarakat diikutsertakan dalam pencegahan kebakaran dengan program sahabat damkar.

“Program sahabat damkar itu, bekerjasama dengan masyarakat pendidikan, instalasi khusus dan pengusaha. Bahkan kini sudah ada satuan relawan kebakaran setiap kelurahan dan damkar cilik,” ujarnya.

Sunarno, juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap kebakaran. Warga diminta merubah kebiasaan untuk menggunakan colokan listrik paralel dengan berlebihan.

“Gunakan listrik secara bijak. Beban listrik di waktu malam hari semakin besar dan harus diwaspadai. Karena ada tiga unsur api, panas, oksigen dan benda. Jika ketiganya menyatu akan menyebabkan kebakaran. Ini yang harus diwaspadai,” pungkasnya.

Jika terjadi kebakaran, masyarakat juga dapat menghubungi nomor telpon (0752) 31113, atau nomor telpon langsung secara nasional 113.

(Ophik)

0Shares