Virus Corona Kian Menggila, Pak Etek Nameh Inisiasi Air Rebusan Daun Sungkai

Lubukbasung, kaba12.com — Virus corona yang semakin menggila di kabupaten Agam, khususnya di kecamatan Lubukbasung menimbulkan ragam ide dan terobosan oleh masyarakat untuk mencari upaya antisipasi, termasuk membangun imun tubuh secara optimal.

Bahkan saat ini, tingkat kekuatiran dan ketakutan warga akan bahaya virus corona yang mematikan membuat banyak kalangan mencari upaya antisipasi, tidak hanya mulai banyak yang patuh dengan memakai masker, tapi juga mencari paduan herbal yang dipercaya mampu memperkuat imun tubuh memanfaatkan beragam jenis tanaman tradisional yang banyak tumbuh di Lubukbasung.

Salah satunya adalah Pak Etek St.Rajo Ameh, warga Surau Kariang, Lubukbasung yang kini intens membuat paduan air rebusan daun sungkai, dicampur dengan bubuk kulit manis (casiavera), jahe merah dan beberapa jenis tumbuhan lain yang diyakini berkasiat meningkatkan imunitas tubuh untuk pertahanan terhadap serangan beragam penyakit.

Kepada kaba12.com, Pak Etek St.Rajo Ameh (biasa dipanggil Pak Etek oleh Bupati Agam Andri Warman-red), mengaku, potensi daun sungkai yang sangat banyak di Lubukbasung, bahkan hampir setiap sudut ditanami masyarakat, selama ini terlupakan, padahal sejak dulu dikenal sebagai salah satu obat tradisional oleh nenek moyang sebagai obat untuk beberapa jenis penyakit termasuk untuk meningkatkan imun tubuh.

Dijelaskan Pak Etek, pihaknya sebulan terakhir rutin membuat air rebusan daun sungkai yang dicampurkan dengan beberapa jenis rempah tradisional tersebut, bahkan sudah banyak yang dikonsumsi masyarakat, khususnya yang saat ini tengah terpapar covid-19.

St.Rajo Ameh yang sehari-hari membuka kedai kopi di belakangan kompleks Isolasi Covid-19 RSUD Lubukbasung, justru kini jadi trend, dibuktikan banyak keluarga pasien yang memesan untuk dikonsumsi rutin oleh pasien yang tengah diisolasi, termasuk warga yang kerap duduk di kedai, “ untuk diminum rutin juga tidak masalah, untuk meningkatkan imunitas tubuh, tidak ada efek samping, karena itu obat tradisional,”ungkapnya.

Bahkan, untuk warga yang membutuhkan, St.Rajo Ameh sengaja membagikan secara gratis, “kalau ada yang mau membayar, sekedar untuk bantu-bantu beli gas, tidak ada patokan. Niat saya membantu, mudah-mudahan, dengan keikhlasan, segala penyakit akan raib, mudah-mudahan beragam jenis tumbuhan yang selama ini dikenal bermanfaat bahkan banyak tumbuh di negeri ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat, “ ujarnya polos.

Pak Etek St.Rajo Ameh sendiri, rutin merebus daun sungkai bersama beberapa jenis tumbuhan tradisonal lain, minimal 2 dandang sehari, yang dibagikan pada warga termasuk para pasien yang diisolasi, bahkan beberapa pejabat daerah ini, ikut mengkonsumsi racikan Pak Etek ini.

HARMEN

0Shares