Koto Gadang, KABA12.com — Puluhan masyarakat Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam melakukan gotong royong membersihkan sampah di kawasan tepian Danau Maninjau, Sabtu (17/7).
Goro yang dipusatkan di Muaro Suak, Jorong Baruah ini melibatkan sejumlah unsur seperti perangkat nagari, AP2I SDM, YHLI, Satgas Save Maninjau, mahasiswa KKN Universitas Riau, petani KJA, dan masyarakat lainnya.
Walinagari Koto Gadang Anam Koto, Amrizal mengatakan, kegiatan gotong royong ini merupakan salah bentuk dukungan dari masyarakat terhadap program pemerintah dalam hal penyelamatan Danau Maninjau.

Adanya gotong royong ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, sehingga mampu mendukung program desa wisata untuk pengembangan sektor ekonomi. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat antusias diikuti oleh masyarakat. Kita juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, karena telah berbuat untuk menyelamatkan Danau Maninjau dari pencemaran lingkungan,” ujar Amrizal kepada KABA12.com.
Kedepan, pihaknya akan merutinkan gotong royong ini guna mewujudkan program penyelamatan danau secara berkelanjutan. “Kita akan lakukan gotong royong di kawasan tepian danau minimal satu kali dalam sebulan. Ini harus dilakukan dalam rangka menyelematkan danau sekaligus menciptakan lingkungan yang indah,” katanya.
Sekretaris Umum Asosiasi Petani, Pedagang Ikan Salingka Danau Maninjau (AP2I SDM), Reflismen menyebutkan, program pembersihan lingkungan Danau Maninjau ini akan terus berlanjut setiap pekannya ke nagari-nagari di Kecamatan Tanjung Raya yang memiliki tepian danau.
Ia mengatakan, aksi gotong royong ini merupakan salah satu wujud keinginan masyarakat dalam mendukung program penyelamatan Danau Maninjau dari masalah pencemaran. “Untuk hari ini, kita bersama masyarakat Nagari Koto Gadang Anam Koto berhasil mengeluarkan sekitar 2 ton sampah, dan 8 petak KJA di Danau Maninjau yang tidak terpakai. Selain itu, aksi ini menunjukkan kepedulian masyarakat dalam mendukung penyelamatan danau,” katanya.

Disamping itu, pihaknya juga berharap agar program ini bisa terus berlanjut dan sejalan dengan program pemerintah dari tingkat pusat hingga ke nagari dalam upaya menyelamatkan danau, sehingga kebersihan Danau Maninjau bisa diwariskan kepada anak cucu nanti.
Dijadwalkan, kegiatan ini bakal dilaksanakan di Aweh, Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak pada Sabtu (24/7) mendatang, dengan melibatkan seluruh pihak di nagari tersebut. Sementara itu, Ketua Yayasan Hutan Lestari Indonesia (YHLI) Ardedi Tanjung, merespon positif terhadap aksi yang dilakukan masyarakat dalam membersihkan lingkungan Danau Maninjau.
Menurutnya, kepedulian masyarakat dalam upaya pembersihan ini dinilai bisa sejalan dengan program pemerintah dalam menyelamatkan danau. “Kita berharap pemerintah dan masyarakat Kecamatan Tanjung Raya bisa bekerja sama dalam mendukung program ini. Karena yang masyarakat saat ini adalah solusi terbaik demi mewujudkan kebersihan lingkungan danau dan peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Disisi lain, pihaknya juga berencana akan melakukan program penghijauan atau penanaman ribuan pohon di hutan yang ada di Salingka Danau Maninjau.
Program penghijauan yang dilakukan YHLI serta didukung oleh perusahaan BUMN PT Brantas Abipraya (Persero) ini juga akan dilaksanakan di sepanjang aliran Sungai Jauih, Nagari Koto Gadang Anam Koto yang bermuara ke Danau Maninjau. “Kegiatan itu akan kita mulai pada bulan November 2021 dengan penanaman bibit pohon berbagai jenis seperti nangka, jengkol, dan beringin. Tujuannya adalah untuk menjaga siklus air di hulu sungai yang bermuara ke Danau Maninjau,” jelas Ardedi Tanjung.
(Bryan)
