TPA Miftahurrasyidiyah Rao-Rao Dinilai Tim LDS Berprestasi Sumbar

Tanah Datar, KABA12.com — Terpilih sebagai Taman Pendidikan Alquran terbaik se-kabupaten Tanah Datar tahun 2017, TPA Miftahurrasyidiyah Rao-Rao kecamatan Sungai Tarab didatangi tim penilai dari Lembaga Didikan Subuh (LDS) provinsi Suatera Barat, Minggu (11/03).

Bagian Bintal Biro Kesra Provinsi Sumbar, Karimis dari menyampaikan penilaian Lembaga Didikan Subuh se-Sumatera Barat bertujuan untuk melahirkan LDS unggul yang bisa menjadi motivator dan contoh bagi LDS di daerah. Adapun program itu juga selaras dengan RPJMD Sumbar yang menempatkan pengamalan nilai agama dan adat dalam nilai ABS-SBK sebagai program prioritas.

“Setiap tahun kita nilai 19 LDS dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat dan secara akumulatif sudah ada ada puluhan LDS terbaik di Sumatera Barat ini,” kata Karimis.

Sementara, Bupati Tanah Datar yang diwakili Sekda Hardiman saat penilaian Didikan Subuh Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat di TPA Miftahurrasyidiyah Rao-Rao menyebutkan, kegiatan yang diselenggarakan TPA/MDA setiap usai shalat Subuh pada hari Ahad diakui memberi banyak manfaat bagi peserta didik.

“Program penguatan TPA/TPSA dan Pondok-Pondok Tahfiz di seluruh wilayah Tanah Datar menjadi program nyata pemerintah daerah baik dari sisi kelembagaan, SDM dan aktifitas didalamnya. Apalagi Didikan Subuh sebagai wadah belajar Alquran dan Hadist serta membentuk karakter anak-anak di bawah bimbingan guru yang perlu terus digiatkan. Untuk itu pemda Tanah Datar menempatkan peningkatan pemahaman dan pengamalan agama, adat dan budaya sebagai misi pertama daerah Luhak Nan Tuo ini,” ujar Hardiman dihadapan tim penilai Didikan Subuh Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diketuai DR. Mukhlis Bahar, Lc, MA dari UIN Padang dengan anggota Yulius Thaib (Ketua Dewan Masjid Sumbar), Yusran Lubis (Kanwil Kemenag Sumbar) dan Fauzi (UIN Padang).

Disisi lain, Pimpinan Lembaga TPA Miftahurrasydiyah Rao-Rao, Afrizon dalam eksposnya menyampaikan, TPA yang berada di bawah Yayasan Surau Alhusna Cangkiang ini telah berjalan sejak tahun 2007 lalu. Dimana dalam perkembangannya, murid TPA berjumlah 110 orang yang terbagi ke dalam 5 kelas yang diberi nama kelompok Pintar, Cerdas, Mahir, Ulet dan kelompok berkualitas yang diasuh oleh 5 tenaga pengajar.

“Setiap kelasnya mempunyai target pembelajaran, sesuai dengan kelas formalnya. Baik untuk standar baca Alquran, hafalan surat pendek, hafalan doa harian, hafalan hadis dan kemampuan ibadah,” sebutnya.

Tidak hanya itu, TPA Miftahurrasydiyah juga memberlakukan sistem drop out dan sistem daftar tunggu. Kemudian bagi murid berprestasi diberikan reward berupa studi banding ke luar daerah. Selain itu murid juga dituntut untuk memiliki tuntunan ibadah, shalat fardhu harus lengkap, membaca Alquran, Shalat Dhuha minimal 5 kali dalam seminggu, tahajud 3 kali dalam seminggu dan 1 kali puasa sunat dalam seminggu.

“Animo masyarakat Rao-Rao sangat tinggi untuk mempercayakan anak kemenakannya dididik disini, namun mengingat keterbatasan tempat dan guru, maka dibatasi hanya menerima 110 murid saja,” tutup Afrizon.

(Jaswit)

0Shares