Lubukbasung, KABA12.com — Setelah ditetapkan menjadi juara UP2K PKK terbaik tingkat Kabupaten Agam, hari ini, Selasa (02/04), Tim Penggerak PKK Nagari Duokoto mewakili kabupaten Agam untuk dinilai TP-PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Sebelum tim melihat langsung gerakan UP2K PKK di nagari tersebut, Ketua TP-PKK Nagari Duokoto, Ny. Wirda Joni Safri memberikan ekspos dihadapan tim penilai di aula utama kantor Bupati Agam di Lubukbasung.
Dalam eksposnya, Ny. Wirda menyampaikan, Nagari Duokoto merupakan satu dari sembilan nagari yang ada di Kacamatan Tanjungraya, yang terdiri dari lima jorong, dengan jumlah penduduknya 3.280 jiwa.
Di Nagari tersebut terdapat 38 kelompok dasawisma, yang terdiri dari 15 kelompok dasawisma yang telah tumbuh, 11 kelompok dasawisma yang berkembang dan 12 kelompok yang telah maju. “Pelaksanaan UP2K di Nagari Duokoto dibina langsung TP-PKK yang dikepalai oleh Poksus, yang membina tujuh Poklat. Seperti, UP2K Urai Pensi, Batu Alia Saiyo, Usaha Pintar, Pincuran Tujuah, SPP Sirantiah, SPP Palai Bada dan UP2K Sarok Pintar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, UP2K Urai Pensi berada di Jorong Tanjuangbatuang. Dimana kelompok ini mengolah makanan ringan yang berasal dari olahan rinuak dan pensi, dengan bentuk hasil olahannya seperti randang paku pensi, peyek rinuak, peyek pensi, stik ikan labu, stik pensi, serundeng rinuak.
UP2K Batu Alia Saiyo berada di Jorong Kototinggi. Kelompok ini juga memproduksi makanan ringan yang berasal dari rinuak dan pensi, seperti stik pensi, serundeng rinuak, peyek rinuak, peyek pensi dan abon rinuak. Kemudian, UP2K Usaha Pintar di Jorong Balaiahad memproduksi makan ringan dari olahan ikan nila. Lalu, UP2K Pincuran Tujuah berada di Jorong Mudiak juga memproduksi peyek rinuak yang berasal dari Danau Maninjau.
Setelah itu, dua UP2K SPP seperti SPP Sirantiah di Jorong Kototinggi dan SPP Palai Bada yang ada di Tanjuangbatuang yang membuka peminjaman untuk modal usaha membuka pembibitan ikan dan pertanian.
Terakhir, UP2K Sarok Pintar yang mengolah limbah plastik jadi sesuatu barang yang bernilai jual. Lebih lanjut Ketua TP-PKK Nagari Duokoto, Ny. Wirda Joni Safri menyebutkan, dari ketujuh UP2K tersebut ada empat kelompok yang melakukan inovasi.
Seperti UP2K Sarok Pintar yang menyulap limbah mejadi barang berguna, membuat sampah organik yang diolah menjadi kompos, serta melakukan pencacahan sampah plastik. Kemudian, inovasi juga dilakukan UP2K Usaha Pintar yang memproduksi cendol rinuak, “biasanya cendol terbuat dari tepung beras namun UP2K usaha pintar membuat cendol dari ikan rinuak yang ada di Danau Maninjau,” sebutnya.
Selain itu juga ada inovasi dari UP2K Urai Pensi yang memproduksi bakso rinuak. “Hasil produksi dari UP2K ini semua telah banyak membantu perekonomian masyarakat di nagari Duokoto,” ungkapnya.
(Jaswit)
