Lubukbasung, kaba12.com — Tekan skor indeks kerawanan pemilu (IKP) Pilkada Serentak 2020 di kabupaten Agam, jajaran Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Agam minta seluruh unsur memberi dukungan dengan mengoptimalkan pengawasan partisipatif.
Hal itu penting dilakukan, mengingat kabupaten Agam berada di level rawan tinggi dalam penilai IKP Pilkada 2020, bahkan berada di rangking 10 nasional rawan pemilu sesuai hasil penelitian Bawaslu RI per 23 Juni 2020 lalu.
Ketua Bawaslu Agam Elvis,ST didampingi Iska Asmarni, Koordinator Divisi Hukum-Humas dan Data Bawaslu Agam, Hendra Susilo, Koordinator Penyelesaian Sengketa dan Yuli Zamra, koordinastor secretariat Bawaslu Agam dalam diskusi kopi pagi di kantor Bawaslu Agam, Jumat, (10/7), menyebutkan, pihak dukungan seluruh elemen yang ada di kabupaten Agam untuk menekan IKP Pilkada Serentak 2020 yang tahapannya sudah dimulai tersebut.

Ditambahkan Elvis, salah satu upaya yang dilakukan pihak Bawaslu Agam terutama dengan memaksimalkan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dengan pemerintah, KPU, kalangan Pers maupun jajaran TNI-Polri untuk ikut berperan aktif dalam mendorong seluruh tahapan pilkada serentak agar berjalan aman, tertib dan lancar.
Dilain pihak, terkait dengan beberapa aspek yang memicu tingginya indek kerawanan pemilu (IKP) di kabupaten Agam, baik yang terkait dengan dimensi konteks infrastruktur karena masih sangat minimnya sarana komunikasi informasi di beberapa wilayah kecamatan yang berpotensi munculnya kerawanan, termasuk masalah politik dan berbagai aspek lain.
“ Kita sudah rekomendasikan beberapa catatan penting, yang menjadi kajian untuk menekan indek tersebut, sehingga ada solusi yang terbaik, untuk meminimalisir potensi masalah di lapangan, baik dalam tahapan sampai kegiatan pilkada serentak selesai dilaksanakan, “ sebut Elvis.
Secara tekhnis, ulas Elvis yang dibenarkan Iska Asmarni, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa unsur terkait di kabupaten Agam, terutama Diskominfo Agam, untuk mencarikan solusi dalam mengatasi masalah blank spot jaringan telekomunikasi di beberapa kecamatan, karena sesuai hasil penelitian Bawaslu RI, hal itu justru menjadi salah satu indek tertinggi yang dikuatirkan memicu kerawanan pemilu.
Selain itu, pihaknya juga sudah mengkomunikasikan hal itu dengan jajaran KPU Agam dan unsur terkait lain, termasuk menginformasikannya pada masyarakat melalui Pers, dengan harapan, berbagai potensi kerawanan itu bisa lebih ditekan.
“ Intinya, pengawasan partisipatif akan berdampak positif dalam menekan kerawanan, karena semua unsur masyarakat terpanggil untuk bertanggungjawab melaksanakan pilkada serentak yang aman, tertib dan lancar, “ tegas ketua Bawaslu Agam itu lagi.
HARMEN
