Era Normal Baru, Kunjungan Wisatawan ke Tanjung Raya Meningkat

Maninjau, kaba12.com — Memasuki tatanan kenormalan baru saat pandemi Covid-19, membuat berbagai sektor sudah mulai melakukan aktivitasnya kembali. Termasuk sektor pariwisata yang kini mulai meningkat sejak diberlakukannya penerapan normal baru.

Salah satunya sektor pariwisata di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, sudah menampakkan diri, dimana jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah itu sudah mengalami peningkatan sejak penerapan tatanan kehidupan baru.

Saat di konfirmasi kaba12.com, Jumat (10/9), Camat Tanjung Raya Handria Asmi menyebutkan, sejak awal penerapan normal baru, kunjungan wisatawan yang datang ke objek wisata di Tanjung Raya sudah mengalami peningkatan, dimana hal itu dibuktikan dari pantauan pihaknya dan Disparpora Agam menemukan terjadinya kepadatan di objek wisata.

Handria mengatakan, di Kecamatan Tanjung Raya salah satu tempat yang mulai ramai dipadati pengunjung adalah objek wisata Linggai Park yang kini menjadi kunjungan wajib bagi wisatawan yang datang ke Tanjung Raya. Kendati hal itu, pihaknya mengapresiasi dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke objek wisata tersebut, sehingga dengan hal ini bisa menjalankan roda perekonomian masyarakat setempat.

Selain itu, katanya, wisata olahraga bersepeda yang kini tengah digandrungi oleh masyarakat membuat tambahan kunjungan ke Tanjung Raya meningkat. Dimana tiap akhir pekan tiba berbagai komunitas pecinta sepeda di Sumatera Barat mengunjungi kecamatan Tanjung Raya untuk berolahraga sambil berwisata mengelilingi kawasan Danau Maninjau.

“Bahkan rombongan pecinta sepeda itu diperkirakan datang 30 orang pada tiap akhir pekan,” ujarnya.

Hal ini menandakan geliat pariwisata khususnya di Tanjung Raya sudah mulai menampakkan diri, sehingga kerja keras dan instruksi Bupati Agam yang telah dipersamakan dengan OPD terkait terbukti sudah, termasuk dukungan dana dan arahan sehingga hal ini dapat berjalan dengan baik.

Disebutkan Camat terbaik 1 tingkat Sumbar tahun 2018 itu, untuk menunjang kedatangan wisatawan kedepan, ada beberapa objek wisata yang perlu ditingkatkan destinasinya, termasuk cagar budaya Museum Buya Hamka, Rumah Rasuna Said, dan lainnya, termasuk dermaga- dermaga di Tanjung Raya yang akan di kembangkan demi memanjakan wisatawan yang datang.

Sementara untuk menambah kunjungan wisatawan ke Museum Buya Hamka, Disdikbud Agam sudah melakukan berbagai pembenahan di komplek museum termasuk musholla dan tempat wudhu. Disisi lain, pihak nagari diminta untuk mensiasati sumber air bersih di komplek museum.

“Alhamdulillah sejak normal baru, pengunjung museum Buya Hamka sudah mulai berdatangan, namun kami mendapat laporan kunjungan itu baru wisatawan lokal (Sumatera Barat) saja. Sementara untuk wisatawan luar daerah dan manca negara masih kesulitan berkunjung karena pandemi Covid-19,” tutur Handria Asmi.

Selain dari potensi objek wisata, kecamatan Tanjung Raya juga mempunyai Festival Rinuak yang tahun kemarin digelar di Nagari Sungai Batang.

Rencananya, tahun ini festival itu akan digelar kembali, namun karena terkendala pandemi Covid-19, festival itu diundur tahun depan.

“Insyaallah tahun depan akan kita gelar kembali, akan tetapi dengan konsep yang baru, yaitu satu nagari menggelar satu festival,” ujarnya.

Ditambahkan Handria Asmi, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Tanjung Raya, diharapkan peran bersama menjaga kebersihan diri dan lingkungan bisa dijalankan.

Karena pariwisata tidak akan maju apabila lingkungan dan masyarakatnya tidak peduli terhadap kebersihan. Akan tetapi apabila masyarakat, lingkungan, dan objek wisata saling bekerjasama, tentu ini akan lebih meningkatkan lagi karena masih banyak potensi wisata yang dimiliki kecamatan Tanjung Raya.

Pihaknya tetap menghimbau kepada pengunjung objek wisata untuk selalu mentaati protokol kesehatan standar Covid-19 saat berwisata, dimana masing-masing pengunjung diminta untuk mengenakan masker, mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, dan menjaga jarak.

“Selain itu kepada pengunjung diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga objek wisata kita, karena ini adalah warisan anak cucu kita di masa depan,” jelas Handria.

(Bryan)

0Shares