Tangani Ruas Jalan Terdampak Bencana, Agam Butuh Rp.25 M Lebih

Lubukbasung, kaba12.com — Pemkab.Agam membutuhkan dukungan dana lebih dari Rp.25 miliar untuk penanganan 3 titik ruas jalan yang terdampak bencana alam di wilayah kecamatan Ampek Nagari, khususnya di kawasan Puduang Jati, Alahan Siriah dan lokasi lain.

Upaya penanganan, Pemkab.Agam melaliui DPUTR dan BPBD Agam tengah mengupayakan dukungan dana dari pemerintah pusat, melalui BNPB untuk rehab rekon, mengingat minimnya ketersediaan dana daerah.

Sementara saat ini, kondisi ruas jalan yang terdampak bencana di 3 titik itu makin memprihatin-kan, bahkan sangat rawan jika digunakan untuk beraktivitas oleh masyarakat, karena selain sudah memakan badan jalan, tebing terjal menganga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi dampak, saat ini masih dipasang rambu peringatan dan himbauan pada masyarakat untuk waspada dan hati-hati jika tetap melintasi kawasan tersebut.

Hal itu disebutkan Kepala BPBD Agam Bambang Warsito dan Kepala DPUTR Agam Ofrizon menjawab kaba12.com secara terpisah di Lubukbasung.

Dijelaskan Bambang Warsito, ruas jalan terdampak bencana longsor beberapa waktu lalu diakuinya masih belum tertangani oleh pemerintah, karena terkendala dukungan anggaran, mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk penanganan.

Ditambahkan, untuk proses perbaikan, pihaknya bersama DPUTR Agam sudah mengusulkan dukungan dana pada pemerintah pusat, yang diharapkan bisa segera direalisasikan, mengingat ruas jalan yang terdampak, merupakan sarana tranportasi ekonomi warga.

Hal senada disebutkan Ofrizon yang menyebut, pihaknya bersama BPBD Agam sudah melapor-kan kondisi itu pada pemerintah propinsi dan pusat, bahkan direncanakan dalam waktu dekat, pihaknya bersama BPBD Agam akan kembali menjemput bola pada pemerintah pusat, karena harus dibuat dam pengaman tebing termasuk relokasi rute jalan ke lokasi yang lebih aman.

“ Kita berharap, dengan dukungan dana dari pemerintah pusat, ruas jalan yang terdampak itu bisa segera ditangani, karena kebutuhan dananya sangat besar, sehingga tidak bisa disangga oleh APBD Agam, “ ungkapnya serius.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, ruas jalan yang terdampak bencana tersebut terjadi akhir tahun lalu, dimana upaya penanganan termasuk rencana relokasi rute jalan masih terkendala akibat minimnya anggaran daerah, bahkan diproyeksinya lebih dari Rp.25 miliar, sehingga penanganannya membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

HARMEN

0Shares