Lubukbasung,kaba12 — Sebanyak 347 orang warga kecamatan Palupuah dari berbagai nagari, yang mengalami keracunan pasca mengkonsumsi makanan yang diduga produk dapur SPPG MBG di Nagari Pasie Laweh, Palupuah, sudah dinyatakan pulih.
Hingga Senin, (7/9/2026), tercatat 1 orang korban yang masih menjalani perawatan intensif di RSAM Bukittinggi, yang dipantau khusus oleh tim gabungan medis termasuk Dinkes Agam.
Sementara, hingga saat ini, Dinkes Agam masih belum bisa menyimpulkan sumber makanan penyebab keracunan yang berasal dari produk dapur SPPG MBG Pasie Laweh tersebut, karena hasil labor sample makanan yang diperiksa di BPOM Padang masih belum dirilis.

Hal itu dijelaskan dr.H.Hendri Rusdian,M,Kes, Kadinkes Agam menjawab kaba12, terkait dengan perkembangan penanganan korban pasca kasus keracunan massal yang melanda wilayah Kecamatan Palupuah awal September lalu.
Dijelaskan, sesuai perkembangan di lapangan, kondisi warga terdampak yang dipantau secara intens oleh tim puskesmas dan pustu di kecamatan Palupuah, relative membaik, terutama kondisi 347 warga korban keracunan yang sebelumnya mendapat penanganan baik di puskesmas, pustu maupun yang dirujuk ke beberapa rumah sakit di Bukittinggi.
“Alhamdulillah, kondisi para korban keracunan sudah relative membaik dan aman, tinggal 1 warga yang masih dalam perawatan di RSAM Bukittinggi, “jelasnya.
Hendri Rusdian menjelaskan, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan labor BPOM Padang terkait sampel makanan yang dikirimkan pihaknya pasca kasus keracunan terjadi, sehingga hingga kini masih belum bisa diumumkan, jenis makanan dan penyebab keracunan itu terjadi.

“Kita berharap, hasil pemeriksaan labor bisa segera keluar, sehingga bisa disikapi langkah antisipasi dan koordinasi yang harus dilakukan, “sebutnya.
Sementara, hingga Senin ini, operasional dapur SPPG MBG milik Yayasan Affa Adicitta Nagari Pasie Laweh, Palupuah masih ditutup sementara, sampai kondisi sepenuhnya stabil dari adanya keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN), sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan untuk terkait.
(HARMEN)
