Lubukbasung,kaba12 — Kualitas udara di beberapa wilayah di Kabupaten Agam mulai masuk dalam kategori tidak sehat menyusul dampak kebakaran hutan dan erupsi gunung api Anak Krakatau yang terjadi Jumat dan Minggu, (7/9/2-26) malam.
Sesuai data yang dilansir Dinas Kesehatan Agam yang bersumber dari stasiun GOW Koto Tabang, Palupuah, dua kecamatan di Kabupaten Agam, sepanjang Senin, (7/9/2026) masing-masing kecamatan Baso dan Canduang berada kategori tidak sehat, sementara mayoritas kecamatan lainnya berada dalam kategori sedang, dan hanya di jam tertentu di Kecamatan Tanjung Mutiara, kualitas udara dalam kategori baik.
Menyikapi kondisi itu, Kadinas Kesehatan Agam dr.H.Hendri Rusdian,M,Kes menjawab kaba12, Senin, (7/9/2026) membenarkan, dalam beberapa hari terakhir terjadi penurunan kualitas udara yang menjadi atensi pihaknya untuk dilakukan langkah-langkah antisipasi.

Bahkan, menyikapi kondisi yang terjadi di berbagai daerah di Sumbar, bahkan di beberapa propinsi, khusus di Kabupaten Agam, sesuai prakiraan hasil pengamanan stasiun GOW Koto Tabang, terkait dengan kualitas udara, kondisi di Kabupaten Agam sangat patut diwaspadai.
Pasalnya,sesuai data yang diperoleh pihaknya, mayoritas kecamatan di Kabupaten Agam, berada dalam kategori sedang, hanya 1 kecamatan berkategori baik, yakni kecamatan Tanjung Mutiara, sementara 2 kecamatan masing-masing Kecamatan Baso dan Kecamatan Candung, berada dalam kategori tidak sehat di jam tertentu.
Menyikapi hal itu, pihaknya sudah mengambil kebijakan dengan menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Agam untuk melakukan edukasi pada masyarakat secara langsung dengan menggunakan mobil Puskel dan armada pendukung lain.
Bahkan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk membagikan masker pada masyarakat, untuk mengantisipasi dampak kondisi udara yang menurun beberapa waktu belakangan, “kami himbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika berada di luar ruangan atau rumah, kami juga sudah membagikan masker untuk masyarakat secara gratis, “jelas Hendri Rusdian.

Disebutkan, pihaknya juga masih terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan unsur terkait dengan kualitas udara, serta kemungkinan koordinasi dengan OPD terkait lain, salah satunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam untuk langkah antisipasi dampak terhadap anak-anak sekolah.
(HARMEN)
