Jakarta, KABA12.com — Puluhan wartawan bersama humas setdako Bukittinggi, melaksanakan study banding ke DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung selama empat hari, Rabu hingga Sabtu, 12-15 Desember 2018.
Kabag Humas Setdako Bukittinggi, Yulman, menjelaskan, rombongan berjumlah 30 orang, terdiri dari 25 wartawan, baik cetak, elektronik maupun online, bersama lima orang ASN di Nagian Humas Setdako Bukittinggi.
“Kunjungan pertama kita laksanakan ke Kantor Administrasi Walikota Jakarta Pusat, kedua kita juga kunjungi salah satu media besar di Ibukota, MNC group. Perjalanan ini kita lakukan untuk sharing informasi terkait kerjasama antara pemerintah daerah dengan media. Selain itu, juga melihat langsung proses produksi pemberitaan di salah satu media. Ini kita harapkan juga berdampak pada lebih meningkatnya kedekatan antara humas dan pemko Bukittinggi,” jelasnya.

Assisten II Setdako Bukittinggi, Ismail, selaku pimpinan rombongan, menyampaikan, kehaditan media di kota Bukittinggi sangat dibutuhkan dalam memberikan dan mempublikasikan informasi kepada masyarakat. Sehingga kegiatan dan program pemerintah kota dapat terinformasikan secara menyeluruh dan tentu saja akan berdampak positif kepada kesejahteraan masyarakat sendiri.
“Sebagai mitra pemerintah, tentu media melalui rekan jurnalistik kita, memiliki peran aktif untuk mensejahterakan masyarakat. Karena para awak media dapat memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga semakin banyak kunjungan ke Bukittinggi dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ismail.
Assisten II melanjutkan, diharapkan, dengan study banding ke pemerintah daerah setempat, dapat memberikan pembelajaran penting bagi humas dan rekan media sendiri, dapat dibawa dan diimplementasikan di kota Bukittinggi.
Kristianto, Kasi Komunikasi dan Informasi Publik Bagian Humas Suku Dinas Kominfo Pemko Administrasi Jakarta Pusat, menjelaskan, dalam kapasitasnya, humas pemda setempat, menangani informasi dan dikumpulkan. Berita itu, dianalisa, terutama berita negatif dan disampaikan kepada pimpinan.
“Kita juga memfasilitasi bimbingan teknis bidang komunikasi dan informasi publik, melalui website resmi. Dari web itu, informasi disampaikan dan dapat menjadi release bagi rekan-rekan wartawan,” jelasnya.
Selain itu, juga dibuat program e-kliping yang dapat diakses melalui smartphone atauoun komputer.
Dengan sistem itu, lanjutnya, Pemko Jakarta Pusat juga mendapat anugrah keterbukaan informasi publik.
(Ophik)
